Analisis internal dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai data internal di dalam negeri. Data tersebut dapat berupa data geografis, suku, bahasa, ras, distribusi dan komposisi penduduk, data-data antropologi, dan data ekonomi. Data tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan kriteri-kriteria terntu, misalnya dari kesamaan bahasa, kesamaan antropologisnya meskipun berbeda pulau, kesamaan asalnya meskipun tinggal di daerah lain. Hasil pengelompokkan ini nantinya akan dijadikan sebagai latar belakang katakteristik siswa. Pekerjaan ini tentu saja bukan hal yang muda, sehingga pengambul kebijakan perlum melibatkan banyak tenaga dan juga peneliti dari berbagai multidisiplin seperti ahli sejara, antropolog, ahli pendidikan.

Selain data internal dalam negeri, dibutuhkan data eksternal. Data ekternal dicari berdasarkan jenis pengelompokkan yang telah dibuat pada hasil analisis internal. Kemudian menganalisisnya dengan cara membandingkan antara data internal dan eksternal. Apabila memungkinkan dicari letak kesamaan dan tetidak samaan antara internal dan eksternal.

Untuk melakukan komparatif tidaklah mudah, perlu berbgai macam disiplin ilmu, disiplin metode, teori, konteks, dan praktik. Metode bisa berbagai macam, seperti metode Juxtaposition Bereday (1969) dengan enam tahap, yaitu konseptualisasi, konseptualisasi dengan membandingkan dua negara dengan sejaraj, isolasi, eksplorasi, rekonseptualisasi, dan aplikasi.David Phillips & Kimberly Ochs (2013)  juga mengusulkan proses borrowing dengan empat tahap, yaitu cross national attraction, decision, implementation, dan internalization seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 2.