Peningkatan mutu pendidikan/sekolah akan memacu pertumbuhan sekolah. Biaya ekonomi dan sosial kegagalan sekolah dan putus sekolah tinggi, sementara penyelesaian pendidikan menengah yang berhasil (quality) memberi kesempatan kerja yang lebih baik bagi pegawai dan prospek gaya hidup yang lebih sehat sehingga memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap anggaran dan investasi publik termasuk akses Pendidikan, yang nantinya akan mengurangi kesenjangan perolehan Pendidikan. Orang yang lebih berpendirian berkontribusi pada masyarakat yang lebih demokratis dan ekonomi berkelanjutan dan kurang bergantung pada bantuan publik dan kurang rentan terhadap kemerosotan ekonomi. Masyarakat dengan individu yang terampil paling siap untuk menanggapi krisis potensial saat ini dan masa depan. Oleh karena itu, berinvestasi di awal, pendidikan dasar dan menengah untuk semua, dan khususnya untuk anak-anak dari latar belakang yang kurang beruntung, adil dan efisien secara ekonomi[1].

Gambar 1 menunjukkan hubungan positif antara peningkatan kualitas terhadap pemerataan atau perbaikan akses pendidikan. Dengan arti lain, Semaian berkualitas suatu pendidikan/sekolah, maka kesempatan akses pendidikan juga akan meningkat[2].

Gambar 1. Hubungan antara kualitas dan kesempatan mendapatkan Pendidikan (Fabian T. Pfeffer, 2004). [3]

Hanya pendidikan berkualitas untuk semua anak menghasilkan keterampilan yang dibutuhkan, mencegah memburuknya ketidaksetaraan dan memberikan masa depan yang sejahtera bagi semua. Bahaya pendidikan yang berkualitas rendah akan menghasilkan lulusan yang rendah skill dan sulit terserap dalam pekerjaan yang sekarang semakin tidak membutuhkan skill yang rendah. Meningkatkan pencapaian kualitas pendidikan siswa dapat mendorong gaya hidup dan partisipasi yang lebih baik dalam institusi demokrasi dan inisiatif dan organisasi masyarakat sipil lainnya. Pencapaian pendidikan dengan kualitas baik dapat dikaitkan secara positif dengan kesehatan, minat politik, dan kepercayaan interpersonal.[4]

Meskipun demikian kebijakan dan praktik pendidikan yang tidak merata memiliki dampak negatif pada individu dan juga membatasi pembangunan ekonomi dan sosial. Seringkali, ketidaksetaraan menghambat pencapaian pendidikan kelompok populasi tertentu seperti siswa dari latar belakang sosial ekonomi yang lebih rendah atau siswa migran, dan krisis tersebut dapat memperburuk situasi ini. Berinvestasi dalam keadilan dalam pendidikan dan mengurangi jumlah orang putus sekolah. Bagian ini mengulas bagaimana membina kesetaraan dalam pendidikan dapat berkontribusi pada peningkatan hasil ekonomi, sosial dan individu. Ini juga menjelaskan pentingnya menyediakan pendidikan berkualitas sejak tahun-tahun awal, dan mengapa ini efisien secara ekonomi.

[1] OECD (2012), Equity and Quality in Education: Supporting Disadvantaged Students and Schools, OECD Publishing.

http://dx.doi.org/10.1787/9789264130852-en

[2] Fabian T. Pfeffer(2014). Equality and quality in education. A comparative study of 19 Countries. Social Science Research. Volume 51, May 2015, Pages 350–368. http://dx.doi.org/10.1016/j.ssresearch.2014.09.004

[3] Fabian T. Pfeffer(2014). Equality and quality…

[4] OECD (2012), Equity and Quality in Education