oleh: M. Anas Thohir

إِنْ كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ

Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; Maka tiba-tiba mereka semuanya mati (Q.S. Yasin : 29)

Gambar alam semesta dari Big Bang sampai sekarang

Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda :“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah”. Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Kita tahu bahwa bunyi berdasar batas frekuensi ada tiga yaitu; infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik. Berdasarkan rumus

v = f

maka bunyi yang mencapai ultrasonik mempunyai panjang gelombang yang kecil yang mudah menyerap materi. Sedangkan pada batas infrasonik memiiliki panjang gelombang panjang yang memungkinkan bergerak pada jarak panjang. Selain frekuensi juga intensitas bunyi sangat mempegaruhi terhadapap tingkat bahaya polusi suara. Ukuran intensitas dinyatakan dalam taraf intensitas dengan satuan dB (desi Bell).

Pada percobaan yang dilakukan pada Anjing pada level 170 dB dengan frekuensi 0,5 Hz dapat melubangi paru paru Anjing tersebut. Sedangakan pada manusia diperkirakan level 140 dB dapat menyebabkan kehilangan pendengaran sementara. Pada level di atas 185 dB dapat merusak selaput paru-paru. Pada level 200 dB dapat merusak paru-paru. Pada level 210 dB dapat menyebabkan kematian.