Gelombang Gravitasi: Mengungkap Misteri Alam Semesta

Tepatnya pada Tanggal 03 Oktober 2017, telah dianugerahkan pemenang nobel prize fisika kepada tiga ilmuan fisika Rainer Weiss, Kip Thorne, dan Barry Barish. Mereka memenangkan dalam penghargaan tertinggi atas karya mereka tentang LIGO (Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory) tentang pengamatan Gelombang Gravitasi pertama di dalam sejarah manusia. (more…)

Benarkah Bumi itu Datar?

Selama dari TK sampai dengan perguruan tinggi, kita diajarkan bahwa bumi itu bulat. Namun hari-hari ini ada suatu kelompok yang menepis bahwa bumi itu bulat. Bukti-bukti yang mereka ungkapkan seperti foto bumi bulat Nasa kemudian diberikan efek photosop terlihat seperti editan dan seterusnya. Meskipun dengan alasan yang secara sederhana belum dapat dibuktikan, akan tetapi karena berita itu menjadi viral sehingga seolah-olah teori bumi datar adalah benar. Aada beberapa alasan mereka mengungkapkan bumi itu datar antara lain:

  1. Horizon selalu mendatar. Mereka beralasan bahwa ketika melihat ditempat yang jauh, maka terlihat bahwa horizon datar bukan lengkung
  2. Jika bumi bulat, ketika kita berada di atas dan melihat ke bawah, maka untuk melihat secara keseluruhan perlu menunduk.
  3. Jika kita meluncur ke atas, air akan bergoyang-goyang disemua tempat jika bumi itu bulat, melainkan air hanya diam saja
  4. Jika bumi itu bulat, maka air sungai akan berbalik dan tidak akan menuju ke laut
  5. Jika bumi bulat, pesawat terbang cukup terbang ke atas, biar bumi yang berputar, lalu kita akan sampai sendiri
  6. Jika bumi bulat, beberapa kereta api yang memiliki lintasan panjang perlu menambahkan tiang supaya menjadi datar
  7. Jika benar-benar ada miliaran bintang dan bumi bulat, maka akan terlihat bintang yang banyak dan memenuhi langit
  8. Jika bumi berputar, pesawat tidak akan  samapai ke tujuan karena kecepatan angin menjadi 500-800 km./jam
  9. Jika benar-benar bumi bulat, maka peluru yang ditembakkan akan jatuh ke arah barat ratusan meter
  10. Jika bumi benar-benar bulat, pilot harus menyesuaikan kontrol mereka agar tidak terbang ke angkasa.

Lalu bagaimana membuktikan bahwa bumi itu bulat?. Banyak bukti yang mengarah pada benarnya bumi itu bulat. Diantaranya:

  1. Foto Bumi dari Appolo 7
  2. Pergeseran bintang-bintang seperti matahari yang juga bergeser
  3. Penjelajahan Ferdinand Magellan yang mengelilingi bumi dan kembali ke titik semula
  4. Kaki-kali langit yang terlihat ketika kita melihat jauh, seperti gedung yang telihat ujungnya saja ketika dilihat dari jauh atau kapal layar yang menjauh dari pantai yang lama-kelamaan kaan hilang
  5. Matahari yang terlihat lebih rendah ketika terbit atau tenggelam
  6. Gerhana bumi dan bulan yang seperti tertutup lingkaran
  7. perbedaan zona waktu, artinya ketika di sini siang di sana malam
  8. Berjalanlah sekitar 90 km, lalu belok 90 derajar berjalan kembali, lalau belok lagi 90 derajat, maka kita akan sampai pada titik awal, yang mana mustahil ditemui pada bumi datar
  9. Foto satelit terutama dari google map yang sampai ekarang marak digunakan
  10. jika kita terbang semakin tinggi, maka akan nampak bumi semakin luas

 

Sumber :

http://www.tandapagar.com/bentuk-bumi/, https://www.dream.co.id/news/ini-10-bukti-bumi-berbentuk-datar-menurut-kamu-160721d.html

 

 

Mengapa Bintang Deret Utama Memiliki Kemiripan Komposisi Kimia?

Stanislaw Halas 1, Tomasz Durakiewicz 2 1 Institut Fisika, Maria Curie-Sklodowska, Lublin, Polandia 2 Los Alamos National Laboratory, MPA-CMMS Group, Los Alamos, USA

Pada makalah menceritakan tentang bagaimana bintang deret utama memiliki kemiripan komposisinya. Komposisi kimia dari bintang terkait dengan perkembangan evolusi bintang. Bintang lahir dari berbagai ukuran nebula antarbintang dan mati sebagai katai putih, bintang neutron atau lubang hitam. Selama tahap evolusi terbaru sebuah pecahan yang signifikan dari massa bintang ditolak kembali ke ruang angkasa, yang memperkaya sumber dari materi antar bintang.

Menurut ide-ide dari nukleosintesis [1,2] bintang muda harus lebih diperkaya dengan “logam”, yaitu unsur yang lebih berat daripada Helium. Namun, banyak logam yang diamati dari urutan bintang utama dalam cluster termuda dan bintang-bintang di gugus bola tertua nampak sangat mirip. Bintang dan cluster di galaksi kita menunjukkan kelebihan logam bahkan dalam rentang usia 5–9 miliar tahun (Giga-annum)[3]. Selain itu, garis-garis K dan H dari kalsium terionisasi yang paling menonjol pada galaksi yang paling jauh dan garis-garis logam ini digunakan oleh Edwin P. Hubble untuk mengevaluasi pergeseran merahnya.

Tujuan makalah ini adalah untuk menjelaskan paradoks atas dasar kriteria Jeans [4]. Untuk penjelasannya kita akan kembali ke tahap awal formasi bintang, yaitu kontraksi gravitasi dari nebula gas yang cukup besar.

Ini bukan tujuan bagian ini untuk mengulangi model suhu dan kepadatan evolusi alam semesta dari saat satu miliar tahun yang lalu (1 Ga) ke Big Bang (~ 14 Ga sebelum sekarang). Literatur tentang materi ini sudah banyak ada, lihat misalnya [6] dan referensi di dalamnya. Kembali ke waktu ini, dengan mengamati lebih dan benda yang lebih jauh, satu catatan bahwa pada waktu tertentu kuasi super-giant objek bintang (quasar) terbentuk sebelum bintang.

Dalam rangka untuk mendapatkan Pers. (4) massa tunggal galaksi (10 10 M ) bukan bintang tunggal, ekspresi T 3/2 n -1/2 harus mencapai nilai urutan 10 9. Ini mengimplikasikan suhu yang seharusnya setidaknya 10 K. Pada sebagaimana materi bersuhu tinggi tidak akan hanya benar-benar terionisasi, tetapi terjadi siklus termonuklir p-p, yang mungkin mencegah gravitasi kontraksi dari nebula, dengan mengabaikan ukurannya. Kesimpulannya, massa awal quasar lebih rendah dari massa galaksi tertentu. Jika mereka benar-benar dicapai massa besar, pasti karena akresi berikutnya.

Pada suhu di bawah 10 4 K (k B T = 1 eV) atom hydrogen sebagian besar adalah netral dan objek bintang kuasi terbentuk pada saat itu dapat mencapai10 6 M . Benda-benda yang sangat eksplosif mnginjeksi unsur-unsur membentuk berat baru dengan materi hidrogen primordial. Untuk alasan ini bahkan bintang-bintang tertua yang ada sekarang digugus bola terbentuk dari hidrogen diperkaya “Logam” yang dihasilkan pada tahap awal keberadaan alam semesta.

Kesimpulan

Sebuah diskusi kritis kriteria Jeans untuk gravitasi kontraksi dari nebula gas mengarah pada kesimpulan bahwa fraksi utama “logam” dibentuk pada tahap sangat awal dari evolusi alam semesta. Ini menjawab pertanyaan yang judul tulisan yang dibesarkan di atas.

Selain itu, kriteria Jeans mengarah ke estimasi yang reabilitas dari batas atas massa awal quasar. Quasar tidak dapat mencapai massa dari galaksi yang khas (10 10 M ), tetapi kemungkinan besar mereka terbentuk pada suhu di bawah 10 4 K dan massa awal mereka tidak melebihi 10 6 M . Jika mereka mencapai massa yang lebih besar, pasti hasil dari proses akresi berikutnya.

 

Translate »