Category: Astro

Gelombang Gravitasi: Mengungkap Misteri Alam Semesta

Tepatnya pada Tanggal 03 Oktober 2017, telah dianugerahkan pemenang nobel prize fisika kepada tiga ilmuan fisika Rainer Weiss, Kip Thorne, dan Barry Barish. Mereka memenangkan dalam penghargaan tertinggi atas karya mereka tentang LIGO (Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory) tentang pengamatan Gelombang Gravitasi pertama di dalam sejarah manusia. Memang, pada tahun 1617 Albert Einstein telah memprediksikan lewat teori relativitas umum bahwa dua massa besar (yang masif) mengalami akselarasi. Dua masa besar itu adara dua neoutron atau dua black hole.  Keduanya terdistorsi dalam pembentukan alam semesta. Gelombang gravitasi terbentuk awal kali ketika dua Black Hole itu bergabung menjadi satu sehingga timbullah ledakan hebat...

Read More

Benarkah Bumi itu Datar?

Selama dari TK sampai dengan perguruan tinggi, kita diajarkan bahwa bumi itu bulat. Namun hari-hari ini ada suatu kelompok yang menepis bahwa bumi itu bulat. Bukti-bukti yang mereka ungkapkan seperti foto bumi bulat Nasa kemudian diberikan efek photosop terlihat seperti editan dan seterusnya. Meskipun dengan alasan yang secara sederhana belum dapat dibuktikan, akan tetapi karena berita itu menjadi viral sehingga seolah-olah teori bumi datar adalah benar. Aada beberapa alasan mereka mengungkapkan bumi itu datar antara lain: Horizon selalu mendatar. Mereka beralasan bahwa ketika melihat ditempat yang jauh, maka terlihat bahwa horizon datar bukan lengkung Jika bumi bulat, ketika kita berada di atas dan melihat ke bawah, maka untuk melihat secara keseluruhan perlu menunduk. Jika kita meluncur ke atas, air akan bergoyang-goyang disemua tempat jika bumi itu bulat, melainkan air hanya diam saja Jika bumi itu bulat, maka air sungai akan berbalik dan tidak akan menuju ke laut Jika bumi bulat, pesawat terbang cukup terbang ke atas, biar bumi yang berputar, lalu kita akan sampai sendiri Jika bumi bulat, beberapa kereta api yang memiliki lintasan panjang perlu menambahkan tiang supaya menjadi datar Jika benar-benar ada miliaran bintang dan bumi bulat, maka akan terlihat bintang yang banyak dan memenuhi langit Jika bumi berputar, pesawat tidak akan  samapai ke tujuan karena kecepatan angin menjadi 500-800 km./jam Jika benar-benar bumi bulat, maka peluru yang ditembakkan akan jatuh ke arah barat ratusan meter Jika bumi...

Read More

Mengapa Bintang Deret Utama Memiliki Kemiripan Komposisi Kimia?

Stanislaw Halas 1, Tomasz Durakiewicz 2 1 Institut Fisika, Maria Curie-Sklodowska, Lublin, Polandia 2 Los Alamos National Laboratory, MPA-CMMS Group, Los Alamos, USA Pada makalah menceritakan tentang bagaimana bintang deret utama memiliki kemiripan komposisinya. Komposisi kimia dari bintang terkait dengan perkembangan evolusi bintang. Bintang lahir dari berbagai ukuran nebula antarbintang dan mati sebagai katai putih, bintang neutron atau lubang hitam. Selama tahap evolusi terbaru sebuah pecahan yang signifikan dari massa bintang ditolak kembali ke ruang angkasa, yang memperkaya sumber dari materi antar bintang. Menurut ide-ide dari nukleosintesis [1,2] bintang muda harus lebih diperkaya dengan “logam”, yaitu unsur yang lebih berat daripada Helium. Namun, banyak logam yang diamati dari urutan bintang utama dalam cluster termuda dan bintang-bintang di gugus bola tertua nampak sangat mirip. Bintang dan cluster di galaksi kita menunjukkan kelebihan logam bahkan dalam rentang usia 5–9 miliar tahun (Giga-annum)[3]. Selain itu, garis-garis K dan H dari kalsium terionisasi yang paling menonjol pada galaksi yang paling jauh dan garis-garis logam ini digunakan oleh Edwin P. Hubble untuk mengevaluasi pergeseran merahnya. Tujuan makalah ini adalah untuk menjelaskan paradoks atas dasar kriteria Jeans [4]. Untuk penjelasannya kita akan kembali ke tahap awal formasi bintang, yaitu kontraksi gravitasi dari nebula gas yang cukup besar. Ini bukan tujuan bagian ini untuk mengulangi model suhu dan kepadatan evolusi alam semesta dari saat satu miliar tahun yang lalu (1 Ga) ke Big Bang (~ 14 Ga sebelum sekarang). Literatur tentang materi ini sudah banyak ada,...

Read More
Translate »