Category: Berita

Dampat Negatif Internet

Anda pernah menggunakan internet? Saya bisa memastikan bahwa sekarang Anda menggunakan internet untuk membaca artikel ini. Internet sekarang ini seolah menjadi bahan pokok dalam kehidupan. Smartphone tanpa kuota internet akan membuat kita seolah tidak akan bergairah, bahkan tangan-tangan kita seolah ingin segera menggeser-geser layarnya meskipun tidak ada bunyi cluck-cluck. Hal itu disebabkan karena kita terbiasa  dengan internet. Kemudian karena sadar tidak ada kuota maka kita akan segera beli seperti kita sedang kelaparan. Itulah internet sekarang. Memang, internet telah banyak memberikan manfaat bagi manusia. Bagaimana kita bertindak, berpikir, dan mengalokasikan luang waktu telah berubah karena adanya internet. Dulu jika kita...

Read More

Robot Artifisial Intelegentce, Sophia

Zaman telah berubah sangat cepat. Mungkin Anda telah tahu Hallo Google? Iya, hallo google menunjukkan pemprograman cerdas dari google dari mesin pencarian. Ketika anda mengatakan sesuatu pada mesin itu, mesin itu kemudian mengetikan apa yang ada katakan, kemudian mesin itu mencari web sejenis yang dengan sangat tepa menunjukkan kita. Beta hebat teknologi itu. Namun kini, teknologi itu akan sangat berkembang cepat akibat adanya teknologi Artifisial Integentce (AI). Salah satunya adalah robot Sophia yang dibangun dengan teknologi AI. AI meupakan perangkat yang merespon lingkungan sekitar dan kemudian mengambil tindakan yang memaksimalkan peluang keberhasilannya di beberapa tujuan atau kecerdasan buatan. AI diprogram...

Read More

Capaian Pembelajaran Lulusan S1 Prodi Pendidikan Fisika

SETIAP LULUSAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA PROGRAM SARJANA MEMILIKI CAPAIAN PEMBELAJARAN SEBAGAI BERIKUT: 1. SIKAP: a. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius; b. menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika; c. berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila; d. berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa; e. menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain; f. bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap...

Read More

Antara Suka dan Benci [Sci-Hub]

Dalam dunia akademik, siapa yang tidak kenal dengan Sci-Hub (jika mau kenalan, clik di sini)? Fasilitas yang menggiurkan diberikan oleh Sci-Hub membuat pada akademisi tidak akan melewatkannya. Bagaimana tidak, dengan jumlah lebih dari 64,500,000 artikel  dapat didownload secara gratis. Coba kita bandingkan jika kita harus membayar dipenerbit, satu artikel dihargai dengan $35 =35×13.500 =Rp. 472.500. Jika seorang akademisi ingin membuat jurnal artikel, paling tidak menyediakan lebih dari 10 jurnal. Bahkan untuk jurnal review memerlukan di atas 50 jurnal atau Rp 23.625.000. Angka yang fantastis kan? Dengan fasilitas Sci-Hub kita dapat mendowload secara gratis atau hemat puluhan juta rupiah. Lalu mengapa orang suka dengan Sci-Hub? selain alasan yang diuraikan pada paragraf pertama, alasan berikutnya adalah alasan ketidak adilan yang diberikan penerbit. Ketika seorang akademisi ingin menerbitkan artikel yang disusun dari artikel berbaya dari penerbit, mereka harus merogoh kocel lagi. Beberapa penberbit mematok harga kisaran dari 1 juta sampai 25 juta. Memang beberapa penerbit jurnal ada juga yang tidak mematok harga penerbitannya, tetapi mereka beralasan harus mem-proofread (mengoreksi jurnal yang diterima) dengan harga sekitar 2.000.000 sampai 8.000.000 tergantung jumlah kata yang ditulis akademisi. Hal itu membuat mereka geram. Ringkas kata, mereka melegalkan mendownload artikel dari Sci-Hub. Sedangkan mengapa ada beberapa orang yang benci terhadap Sci-Hub? bagaimana pun mendownload artikel tanpa melewati penerbit adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. Beberapa akademisi menyebutkan sebagai tindakan pencurian. Karena pihak penerbit seolah dirugikan. Seharusnya mereka menerima pemasukan 23.625.000 x...

Read More

Indikator Standar bagi Guru dari International Society for Technology in Education Tahun 2017

Standar International Society for Technology in Education (ISTE) untuk guru adalah peta jalan Anda untuk membantu siswa menjadi peserta didik yang diberdayakan. Standar ini akan memperdalam praktik Anda, mempromosikan kolaborasi dengan rekan kerja, menantang Anda untuk memikirkan kembali pendekatan tradisional dan mempersiapkan siswa untuk mendorong pembelajaran mereka sendiri. Terhubunglah dengan pendidik lain di Komunitas Standar ISTE dan pelajari bagaimana menggunakan standar di kelas dengan ebook ISTE Standards for Students. Tercatat dalam website ISTE (iste.org) bahwa terdapat tujuh standar, antara lain sebagai pebelajar (learner), pemimpin (leader), warga negara (citizen), colaborator, designer, fasilitator, dan analis. Dari masing-masing standar diuraikan sebagai berikut...

Read More
  • 1
  • 2
Translate »