Melek Digital dan Upaya Mengatasi Berita Tipuan (HOAX)

Berita tipuan atau Hoax terbukti mampu menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu dengan cukup efektif. Propaganda yang cukup masif akan mampu membuat orang simpatik atau menjadi marah. Hail inilah yang menyebabkan orang melakukan pergerakakan untuk merespon propaganda tersebut. Baik respon tersebut berupa pergerakkan secara digital ataupun langsung turun ke jalan. Psikologis ini kemudian dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Bagaimanapun beberapa aksi yang ada di tanah air tidak lepas dari sumber media. Oleh karena itu pada Abad 21, keterampilan yang paling penting untuk mengatasi tipuan ini adalah digital literasi atau Melek Digital. Triling dan Fadel (2009)(1) menjelaskan bahwa keterampilan abad 21 salah satunya adalah digital literacy skills. Ketrampilan ini dibutuhkan untuk memperoleh keterampilan untuk mengakses, mengevaluasi, menggunakan, mengelola, dan menambah kekayaan informasi dan media yang mereka miliki di jempol dan ujung jari mereka secara tepat. Argumen untuk mengembangkan digital literasi sebagai bagian dari pelatihan pendidikan standar bahwa media sendiri adalah bentuk pedagogi budaya dan dengan demikian harus dilawan oleh pedagogi media yang kritis yang membedah bagaimana media berkomunikasi dan mempengaruhi khalayak mereka dan bagaimana warga dapat memperoleh keterampilan untuk menganalisis media kritis. Media merupakan bentuk penting dari sosialisasi dan pedagogi yang mengajarkan perilaku yang tepat dan tidak tepat, peran gender, nilai-nilai, dan pengetahuan tentang dunia. Salah satunya adalah sering tidak menyadari bahwa salah satu sedang dididik dan dibangun oleh budaya media; sehingga pedagogi yang sering terlihat dan subliminal, membutuhkan pendekatan kritis yang membuat kita menyadari bagaimana...

Read More