Category: Histori

Penelitian-penelitian yang mendukung learning community

Perusahaan korporasi yang paling sukses di masa depan akan menjadi organisasi belajar. (Senge, 1990, hal.4) Setiap perusahaan harus menjadi lembaga pembelajaran (dan) institusi pengajaran. Organisasi yang membangun pembelajaran terus menerus dalam pekerjaan akan dimulai pada abad kedua puluh satu (Drucker 1992, hal 108) Organisasi pilihan akan menjadi organisasi pembelajaran Dikatakan bahwa orang-orang yang berhenti belajar berhenti hidup….Hal ini juga berlaku untuk organisasi. (Handy, 1995, hal 55) Hanya organisasi yang memiliki hasrat untuk belajar akan memiliki pengaruh yang bertahan lama. (Covey, Merrill & Merrill, 1996, hal 149) Masalah baru perubahan….adalah apa yang dibutuhkan untuk menjadikan sistem pendidikan sebagai ajang belajar...

Read More

Sekolah Sukses Mencedaskan Siswa

Apa yang menjadikan sekolah itu sukses dalam memperbaiki prestasi belajar siswa? Penulis Martin Ratcliffe dan Melissa Harts adalah pendidik yang berpengalaman, yang memiliki pengalaman mulai dari mengajar di kelas. Mereka membantu tim pendidikan dengan melakukan kerja sama pada tujuh faktor yang menentukan keberhasilan yang secara langsung berkorelasi dengan prestasi siswa. Buku ini menguraikan 7 langkah-langkah yang lebih tepat dan lebih efektif yang berkorelasi dengan prestasi siswa, yang dapat dilakukan sekolah untuk membuat AYP (Kemajuan Tahunan yang Cukup) dan meningkatkan prestasi belajar siswa.Guru sekarang memegang tanggungjawab untuk capaiaan belajar siswa dengan mengabaikan latar belakangnya. Berikut ini 7 langkah-langkah yang lebih tepat dan lebih efektif yang berkorelasi dengan prestasi siswa, yang dapat dilakukan sekolah untuk smemperbaiki prestasi belajar siswa. Hubungan Positif Rumah dan Sekolah Kesempatan untuk Belajar dan Waktu Siswa terhadap Tugas Iklim Harapan Tinggi Misi yang Jelas dan Fokus Frekuensi dalam Memantauan Kemajuan Siswa Kepemimpinan dalam Pengajaran Sebuah Lingkungan Aman dan...

Read More

Kebenaran dari Kebijakan dalam Teori Sosial Pendidikan

Chasles Lemmert membangun teori sosia menjadi lima era: Teori modern klasik (73) Era modern klasik ini mengunakan data untuk dimaknai, diantara tokoh-tokohnya Karl Mx, Friederich Enges, Emile Durkheim, Max Weber, Sigmund Freud dan Ferdinand de Saussure. Teori modern fungsional Era modern fungsional menggunakan data untuk membuat pemaknaan fungsional. Tokoh-tokoh teori ini adalah George Lukacs, Talcot Parsons, Karl Mannheim dan lain-lain. Teori phenomenologik interpretif Era moderitas phenomenologik interpretif membuat pemaknaan interpretative  tokoh-tokoh, bukan sekedar data. Tokoh-tokohnya adalah George Kennan, Daniel Bell, dan lain-lain. Rekonstruksi eksperimental Era rekontruksi eksperimental mempunyai sikap kritis untuk merombak, diantara tokoh-tokohnya adalah John Kenneth Gabraith, Jurgen Habernas, dan lainya. Konstruk postmodern (h. 74) Era konstuk postmodern dimana tokoh-tokohnya mengakui aktifnya manusia melihat masa depan dan mengkonstruk masa depa yang tentatif. Tokoh-tokohnya Jean Francois Loytard, Richard Rorty, dan lain-lain. Penelitian kuantitatif mempunyai paradikma yang fokus utamanya diletakkan pada unit analisis individu. Ketika penelitian tersebut mencari mean, standar deviasi, atau yang lainnya, sebenarnya adalah mencari frekuensiatau vareasi individu. Sedangkan penelitian kebijakan berangkat dari penelitian sosial dimana dapat dilihat dari perpekstif sosiologik. Begitu juga ketika memulai dari problematika, maka penelitian kebijkan dimulai dari masalah-masalah problem ekonomi, pendidikan, kemiskinan, minoritas, manula, gender, kriminalisasi, konflik, akses urbanisasi, penduduk, dan ekologik. Lebih lanjut problematika penelitian kebijakan dibagi menjadi tiga; problem sosial individu, problem sosial institusional, dan problem sosial sistematik. Kebijakan merupakan upaya penyelesaian problem sosial menjadi problem sosial bagi kepentingan masyarakat degnan...

Read More

Kebijakan pembangunan pendidikan yang berbeda pada negara-negara dengan tingkat kemajuan ekonomi dan teknologi yang berbeda

Perbedaan rekomendasi pembangunan pendidikan pada negara dengan tingkat kemajuan ekonomi dan teknologi yang berbeda adalah karena perbedaan kondisi latar belakang yang berbeda. Dengan melihat tren yang terjadi pada negara dengan tingkat ekonimi yang berbeda dan juga perubahan yang terjadi pada masa depan, dapat diperoleh prediksi yang akan menghasilkan rekomendasi pada negara sesuai dengan tingkat kemajuan ekonomi dan teknologi. Dalam laporan analisis education commission yang berjudul “Learning Generation” dijelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi lebih dipengaruhi sumber daya manusia dari pada sumber daya alam. Sementara itu pada tahun 2030 diperkirakan setengah dari seluruh pekerjaan akan hilang digantikan dengan teknologi. Analisis historis menyatakan bahwa ketidaksetaraan memicu keresahan dan ketika ketidaksetaraan pendidikan berlipat ganda, probabilitas konflik lebih dari dua kali lipat. Oleh karena itu  education commission merekomendasikan dengan 12 rekomendasi yang berbeda untuk negara dengan tingkat kemajuan ekonomi dan teknologi yang berbeda. Sebagai contoh negara berpenghasilan rendah akan membutuhkan dua kali lebih banyak guru pada tahun 2030 dari pada negara berpenghasilan tinggi.  Oleh karena itu education commission merekomendasikan untuk berinvestasi peningkatan kualitas guru dengan mengadakan pelatihan, perekrutan guru yang cukup, gaji yang layak dan juga kesempatan untuk melihat-lihat tenaga kerja kependidikan dan bagaimana guru mengajar. Seliain itu juga diadakan asisten pedagogik, praktisi kesehatan, psikolog, dan dukungan administratif untuk memungkinkan guru memanfaatkan keterampilan mengajar mereka secara maksimal. Sementara itu bagi negara dengan berpenghasilan tinggi, kebanyakan yang direkomendasikan telah...

Read More

Analisis internal dan eksternal pendidikan dalam menjelaskan perbedaan keberhasilan pendidikan antara siswa-siswa dari berbagai latarbelakang sosiokultural

Analisis internal dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai data internal di dalam negeri. Data tersebut dapat berupa data geografis, suku, bahasa, ras, distribusi dan komposisi penduduk, data-data antropologi, dan data ekonomi. Data tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan kriteri-kriteria terntu, misalnya dari kesamaan bahasa, kesamaan antropologisnya meskipun berbeda pulau, kesamaan asalnya meskipun tinggal di daerah lain. Hasil pengelompokkan ini nantinya akan dijadikan sebagai latar belakang katakteristik siswa. Pekerjaan ini tentu saja bukan hal yang muda, sehingga pengambul kebijakan perlum melibatkan banyak tenaga dan juga peneliti dari berbagai multidisiplin seperti ahli sejara, antropolog, ahli pendidikan. Selain data internal dalam negeri, dibutuhkan data eksternal. Data ekternal dicari berdasarkan jenis pengelompokkan yang telah dibuat pada hasil analisis internal. Kemudian menganalisisnya dengan cara membandingkan antara data internal dan eksternal. Apabila memungkinkan dicari letak kesamaan dan tetidak samaan antara internal dan eksternal. Untuk melakukan komparatif tidaklah mudah, perlu berbgai macam disiplin ilmu, disiplin metode, teori, konteks, dan praktik. Metode bisa berbagai macam, seperti metode Juxtaposition Bereday (1969) dengan enam tahap, yaitu konseptualisasi, konseptualisasi dengan membandingkan dua negara dengan sejaraj, isolasi, eksplorasi, rekonseptualisasi, dan aplikasi.David Phillips & Kimberly Ochs (2013)  juga mengusulkan proses borrowing dengan empat tahap, yaitu cross national attraction, decision, implementation, dan internalization seperti yang ditunjukkan oleh Gambar...

Read More
Translate »