Instrumen UV-VIS Spektroskopi

Dulu mungkin orang membedakan suatu bahan hanya dengan melihat bentuk, bau, atau warna. Sekarang kebutuhan terhadap analisis suatu kandungan dalam suatu bahan semakin spesifik sampai pada tingkatan molekuler. Dalam hal ini, alat yang dapat digunakan adalah ultraviolet(UV)-visible(VIS) spectroscopy. Dalam kimia analitik, UV-VIS mampu mengidentifikasi ion logam transisi, senyawa organik yang terkonjugasi, dan makromolekul biologis[1]. UV-VIS merupakan alat yang digunakan untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel berdasarkan panjang gelombangnya[2]. Bagaimanapun alat ini berfungsi dengan menggunakan prinsip-prinsip fisika seperti fisika nonlinier.   Penting bagi para fisikawan mempelajari bagaimana UV-VIS bekerja. UV-VIS menggunakan prinsip spektometer dan fotometer. Spektometer menunjukkan tentang spectrum cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Secara lebih detail bagaimana energi emisi berhubungan dengan panjang gelombang serta karakteristiknya[3]. Adapun fotometer menunjukkan tentang intensitas cahaya yang diserap oleh absorban. UV-VIS juga banyak menjelaskan tentang bagaima peran optic, absorban, pembanding atau referensi. Kunjungan laboratorium yang telah dilaksanakan di Laboratorium FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta tanggal 3 Mei 2017 menghasilkan beberapa beberapa alat. Observer memilih UV-VIS sebagai pembahasan yang lebih lanjut karena alat ini yang paling sering digunakan mahasiswa untuk pengujian sampel. Selain itu UV-VIS juga banyak membahas tentang optika nonlinear. Optika spektroskopi didasarkan pada hubungan antara frekuensi dan energi oleh Bohr-Einstein [1] yang diunjukkan dengan persamaan Pers. 1 Dengan DE adalah energi muatan sistem yang terkuantifikasi, h adalah konstanta Planck, v adalah frekuensi radiasi elektromagnetik, ṽ adalah bilangan gelombang dalam satuan cm-1 dan l...

Read More