Menulis Jurnal Internasional dengan Format IMRAD

Menulis Jurnal Internasional dengan Format IMRAD

Menulis jurnal perlu melihat bagaimana gaya selingkung dari jurnal tersebut. Sebagai salah satu yang sering dikenalkan di Elsievier dengan format IMRAD atau akronim dari (Introduction, Methods, Result, dan Discussio). Jika Anda ingin membuat jurnal dengan format IMRAD, maka anda dapat menanya apa itu bagian-baiannya. seperti di bawah ini

  1. Introduction: Apa yang Anda atau orang lain lakukan? Mengapa Anda melakukan itu?
  2. Methods: Bagaimana caranya
  3. Results:  Apa hasilnya
    dan
  4. Discussion: Apa arti dari semuanya?

(more…)

10 Tips membuat Abstrak

Abstrak merupakan bagian terpenting dalam suatu paper Journal, oleh karena itu perlu diperhatikan betul bagaimana cara menulis abstrak yang baik.  Berikut diberikan 11 tips untuk membuat abstrak yang baik.

  1. Mulai menulis abstrak setelah selesai menulis paper.
  2. Tulislah tujuan / hipotesis utama dan kesimpulan dari bagian Pendahuluan dan Kesimpulan paper.
  3. Pilih kalimat dan frase kunci dari bagian Metode.
  4. Identifikasi hasil utama dari bagian Hasil .
  5. Sekarang, atur kalimat dan frasa yang dipilih dalam langkah 2, 3, dan 4 ke dalam satu paragraf dengan urutan sebagai berikut: Introduction, Methods, Results, and Conclusions.
  6. Pastikan tulisan ini tidak mengandung, (1) informasi baru yang tidak ada dalam paper, (2) singkatan yang tidak terdefinisi atau nama grup, (3) diskusi tentang literatur sebelumnya atau kutipan referensi, (4) rincian yang tidak perlu tentang metode yang digunakan
  7. Hapus semua informasi tambahan (lihat langkah 6) dan kemudian hubungkan kalimat Anda untuk memastikan agar informasi mengalir dengan baik, sebaiknya dengan urutan sebagai berikut: tujuan; desain studi dasar, metodologi dan teknik yang digunakan; temuan utama; ringkasan interpretasi, kesimpulan, dan implikasi.
  8. Konfirmasikan bahwa ada konsistensi antara informasi yang disajikan secara abstrak dan di atas kertas.
  9. Mintalah seorang rekan untuk meninjau abstrak dan memeriksa apakah tujuan, tujuan, metode, dan kesimpulan penelitian dinyatakan secara jelas.
  10. Periksa untuk melihat apakah abstrak terakhir memenuhi pedoman jurnal target (batas kata, jenis abstrak, subpos yang direkomendasikan, dll.).

Sumber: editange.com

Proofreading menulis Artikel bahasa Inggris

Proofreading adalah langkah terahir dalam proses menulis. Ketika kita menulis sebuah surat bisnis, laporan formal, sebuah memo, essay, email, terutaman sebuah artikel. Kita harus selalu mengecek tulisan kita dari kesalahan. Setelah menuangkan banyak ide dalam waktu yang laima, kita tidak mungkin dapat menghindari kesalah. Bagaimanapun langkah terahir ini memerlukan proses. Kita akan sangat berhati-hati dan berushan untuk menulis dari kesalahan.  Penting untuk menekankan pada bacaan seorang dalam menuliskan artikel. (more…)

Menulis Formal dan Informal dalam Jurnal Ilmiah

Gaya penulisan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu formal dan informal. Menulis formal, apabila Anda menuliskan dengan kaidah kaidah yang kaku sebaliknya menulis informal jika gaya penulisannya luwes meskipun tidak dapat meninggalkan kaidah-kaidah penulisan.Silvia, P.P (2015) memberikan poin khusus bagi penulis formal dan Informal. Untuk menulis formal, dia memberi skor -10 dan untuk yang informal diberikan nilai +10. Sebagai contoh: (more…)

Alasan Menulis Jurnal

Alasan Menulis Jurnal

Banyak alasan menulis di jurnal ilmiah, beberapa dikemukakan dalam buku Write It Up, antara lain:

  1. Untuk berbagi ilmu dengan teman sebaya
  2. Untuk mencapai jumlah angka kridit untuk promosi dan masa jabatan
  3. Untuk menunjukkan kepada rekan-rekan saya bahwa saya benar tentang sesuatu
  4. Untuk ilmu kita lebih lanjut
  5. Untuk membuat diriku menjadi orang yang lebih dingin
  6. Untuk mencela ide bodoh dalam literatur
  7. Membangun kredibilitas saat mengajukan hibah
  8. Untuk mendapatkan pekerjaan
  9. Untuk membantu para siswa pascasarjana mendapatkan pekerjaan
  10. Untuk mendapatkan kenaikan tunjangan tahunan yang lebih baik, yang dipatok dengan kuantitas
    bukan kualitas
  11. Untuk memajukan keadilan sosial atau mempengaruhi kebijakan publik
  12. Untuk membangun hubungan profesional dengan rekan baru
  13. Untuk menghindari terlihat seperti kegagalan
  14. Untuk menunjukkan rekam jejak kolaborasi yang berhasil sebelum mengajukan hibah kolaboratif
  15. Untuk mempelajari metode atau area penelitian yang baru
  16. Untuk mengalahkan orang-orang yang pergi ke sekolah pascasarjana, siapa yang lebih baik
    lalu mendapat pekerjaan yang lebih baik
  17. Untuk mendidik masyarakat luas
  18. Untuk menunjukkan bahwa saya masih bisa melakukannya
  19. Untuk bersenang-senang
  20. sebagai syarat wisudah di pascasarjana saya
  21. Ini adalah tantangan yang menarik
  22. Tidak ada alasan-hanya apa yang saya lakukan
  23. Ini bekerja mencari nafkah

(more…)

Mengapa Artikel di tolak di Jurnal Internasional?

Anda dan saya telah mengerjakan artikel selama berbulan-bulan untuk publikai ke jurnal internasional. Hal mendebarkan adalah ketika telah menekan ‘submit’ kemudian berharap-harap dengan kecemasan menunggu keputusan jurnal. Anda dan saya akan tercengang ketika kita lihat tulisan dalam emai berbunyi, Your submission has been rejected.

Editor menolak sekitar 30% sampai 50% artikel pada  jurnal Elsevier sebelum mereka mencapai tahap peer review, dan salah satu alasan utama penolakan adalah bahasa yang buruk.

Lima cara penting untuk melihat manuskrip menurut sudut pandang editor, Tips ini membantu kita untuk dapat diterima oleh editor.

1. Kesalahan Gramatikan dan tanda baca
Apa yang editor lihat: Typos, kesalahan pada tata bahasa dan tanda baca yang terlalu banyak sehingga membuat editor merasa tidak pantas dilanjutkan ke peer review. Kesalahan yang sering terjadi adalah artikel yang dibuat sulit dibaca oleh editor, kesalahan dapat terjadi pada konten kalimat dan konten penelitian. Sering juga kita salah dalam menafsirkan tulisan yang berkualitas tinggi pada jurnal-jurnal sebelumnya.

Saat menulis perlu diperhatikan baik-baik dan perlu teman untuk mengkoreksi kesalahan-kesalahan dalam tulisan kita. Sebelum mengirim artikel pelu melihat tipografi dan kesalahan bahsa, bahkan perlu untuk mengirim ke layanan proofreading yang telah berpengalaman dalam mengedit artikel.

 

2. Pesan yang tidak jelas

Editor melihat: Apa yang ingin kita katakan tentang penelitian kita? Apakah pesan yang kita gunakan bermakna ganda atau ambigu? Editor akan mencari pesan kita, terutama dalam abstrak kita.  Hasil yang kita bagikan itu penting,  jadi jangan sampai meninggalkan pesan yang tidak jelas dalam abstrak.

Bagaimana kita dapat terhidar dari penolakan: Coba kita ingat-ingat kembali apayangte telah kita tulis, cobalah memecahnya menjadi potongan yang lebih kecil. Potongan kecil itu berupa kalimat pendek yang koheren yang dapat memperjelas dari makna ganda, tetapi tidak menghilangkan pesan yang kita akan samapaikan. Gunakan bahasa sederhana dengan memilih bahasa yang lebih sederhana yang ingin kita jelaskan. Kita dapat meminta teman kita untuk membacanya apakah ada kalimat yang tidak dapat dibaca atau terdapat kalimat yang ambigu. Lagi-lagi layaranan profesional bahasa atau pusat-pusat bahasa dapat membantu kita dalam hal ini.

3. Tidak konsisten dan ketidakakuratan
Apa yang editor lihat: Ketidakkonsistenan menjadikan tulisan kita tidak koheren. Ada koherinatas antara latar belakang, prosedur, data, dan kesimpulan. Sebagai contoh, jika statistik di bagian hasil kita tidak sesuai dengan apa yang kita diskusikan dalam kesimpulan, atau jika tabel kita secara legendaris mengacu pada gambar di halaman sebelumnya, editor akan memperhatikannya.

Bagaimana kita dapat menghindari penolakan: Kita periksa lagi dan lagi! Sebelum kita mulai menulis, buatlah daftar hotspot – di mana kita kemungkinan mengalami kesulitan? Perhaitkan manuskrip  secara rinci, rujukan semua pada data yang telah diperoleh. Pencarian dapat dilakukan dengan bantuan sceming dan juga ctrl+ F dalam microsoft word. Meskipun lagi-lagi layanan bahasa profesional dapat membantu dalam masalah ini.

4. Ketidak sesuaian
Edito merliah bahwa editor akan mengetahui jika artikel kita itu susuai dengan topik yang sesuai dengan jurnal. hal ini akan sangat mudah bagi editor untuk membang artikel kedalam samapah/arsip sampah. Perhatikan Autor guide sebagai rujukan dalam memformat gaya selingkung sesuai dengan format jurnal.

Bagaimana kita dapat menghindari penolakan. Sebelum kita mengirim atau submit jurnal, sebaiknya kita teliti terlebih  format yang kita telah sesuaikan, dan juga apakah artikel kita sudah dalam lingkup yang sesuai dengan topik jurnal. Biasanya ruang lingkup jurnal terletak pada menu about.

5.Tidak berdampak jelas atau baru
Editor melihat bahwa jurnal yang kita publikasikan tidak terdapat dampak baru yang dapat digunakan. Editor akan mencari tahu apa yang baru dari penelitian kita dan dampaknya terhdapa masyarakat/lingkungan. Mereka juga akan mencari pernyataan yang jelas yang menjelaskan kepada mereka mengapa naskah Anda penting dan mengapa mereka harus menerima itu untuk publikasi dalam jurnal mereka.

Bagaimana kita dapat menghindari penolakan: Jelaskan didalam artikel bahwa luaran kita terutama tetang hasil dampak terhadap penelitian senjunya adalah lingkungan kita. Pikirkan tentang apa yang Anda tambahkan pada basis pengetahuan, dan apa penelitian Anda. Judul Anda adalah tempat yang tepat untuk memulai: apakah itu menarik? Apakah itu mencerminkan cerita dan pokok pembicaraan dari apa yang ingin Anda katakan? Berhati-hatilah – melebih-lebihkan dampak Anda dan ekstrapolasikan hasil Anda bahkan akan lebih merusak peluang keberhasilan Anda.

Sumber:

https://www.elsevier.com/authors-update/story/publishing-tips/5-ways-you-can-ensure-your-manuscript-avoids-the-desk-reject-pile

Translate »