Category: Psikologi

Teori Modal Budaya

Menurut Grabb (1990), “Ketimpangan sosial dapat merujuk ke salah satu dari perbedaan diantara orang-orang (atau posisi didefinisikan secara sosial mereka tempati) yang konsekuensial untuk kehidupan yang mereka pimpin, yang paling utama untuk hak-hak atau peluang yang mereka lakukan dan imbalan atau hak istimewa yang mereka nikmati. Yang terpenting di sini adalah perbedaan konsekuensial yang menjadi terstruktur. . . yang dibangun ke dalam cara orang berinteraksi dengan dengan yang lain secara berulang”(hal. 4). Meskipun ketimpangan adalah salah satu fakta yang paling meresap dan akrab pada kehidupan manusia, tidak ada jawaban yang mudah untuk sifat dan penyebab kesenjangan sosial. Masalah kesenjangan sosial menjadi subyek perdebatan hidup selama beberapa dekade,...

Read More

Ciri-Ciri Model Pembelajaran (Models of Teaching)

Model Pembelajaran adalah prosedur sistematis dan terorganisir dalam  mengaktifkan pengalaman belajar siswa untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Menurut Joyce et al, model pembelajaran merupakan gambaran dari lingkungan pembelajaran yang dinamis dimulai  dari perencanaan pembelajaran, topik materi, bagian-bagian dari pelajaran untuk merangcang materi pelajaran, lembar kerja, program, dan kompetensi untuk mencapai tujuan program pembelajaran. Ciri-ciri model disebutkan antara lain (1) Landasan teori, (2) Sintaks, (3) Prinsip reaksi, (4) Sistem Sosial, (5) sistem pendukung, dan (6) Aplikasi dan efeknya Landasan teori Landasan teori adalah kajian filosofi terhadap teori yang mendasari model. Satu landasan itu menuju pada Fokus. Fokus adalah tujuan utama model. Komponen...

Read More

Pengembangan Profesionalisme guru antara in-the-job dan job-embedded

Guru merupakan komponen penting dalam meningkatkan mutu pendidikan baik tingkat makro (pendidikan nasional), meso (pendidikan di Institusi), maupun mikro (di kelas). Sering disebut-sebut bahwa mutu sekolah sangat ditentukan oleh kualitas guru. Namun sayangnya, pembinaan guru selama ini masih hanya sekedar  in-job professional development. Fokus perbaikan guru lebih membutuhkan pada job-embedded professional development. Lalu Apa itu  in-job professional development dan job-embedded professional. “However, ‘one shot’, ‘sit and get’ workshops are becoming less effective in today’s busy world”(Jana Hunzicker, 2011)[1] (Bagaimanapun, sekalai, duduk dan mengikuti, Workshops menjadi kurang efektive pada dunia yang sibuk sekarang)  Kata-kata itu mungkin dapat menggambarkan bahwa in-job professional development. Workshop di sini  adalah semacam pelatihan yang berbentuk seminar atau pelatihan umum yang tidak tepat sasaran. Sebagian besar informasi yang sedikit diingat, dan bahkan sedikit kemungkinan diterapkan setelah guru kembali ke rutinitas guru sehari-hari ketika di sekolah. Pelatihan in-job berguna untuk menjaga pengetahuan dan keterampilan guru tetap up to date, akan tetapi kalau digunakan untuk mengembangkan profesionalitas guru, maka hal ini kurang efektif[2]. Sebaliknya, pengembangan profesional yang lebih efektif adalah job-embedded professional development (JEPD), dimana pelatihan yang tepat sasaran, relevan dan otentik. Pengembangan profesional menjadi relevan saat terhubung dengan tanggung jawab guru sekarang dan menjadi otentik bila digabungkan secara integrative ke dalam masing-masing sekolah, melibatkan guru dalam kegiatan seperti pembinaan, pendampingan dan kelompok belajar. Pelatihan ini secamam mentoring. JEPD mengacu pada pembelajaran guru yang didasarkan pada praktik mengajar sehari-hari dan dirancang untuk...

Read More
Translate »