Filosofi penelitian sangat penting untuk dipahami oleh para peneliti terutama peneliti pemula. Hal ini disebabkan karena filosofi penelitian akan mendasasi seluruh bagian peneilitan dari mulai dari msalah penelitian, metode, pengumpulan data, sampai pada hasil dan analisis penelitian. Hal yang pertama yang perlu diketahui bahwa filosofi penelitian tidak lepas dari tiga ciri filosofi yaitu ontologi (What is true Knowledge), epistemologi (what is known tobe true), dan aksiologi (what is believed to be true).

  1. Ontologi

Filosofi ini membuat Anda sadar akan sifat realitas. Anda bertanya pada diri sendiri pertanyaan yang berbeda saat menggunakan metode penelitian ini. Anda mencoba mencari tahu bagaimana dunia beroperasi. Hal itu juga membuat Anda belajar proses pembangunan masyarakat. Ini juga membantu Anda dalam mengetahui bagaimana dampak masyarakat terhadap lingkungan sekitar kita.

Dengan kata lain, ontologi membersihkan selisih antara realitas dan bagaimana Anda memandang realitas. Selanjutnya, itu membuat Anda belajar bagaimana hal itu mempengaruhi tingkah laku masyarakat. Terutama, tiga posisi filosofis berada di bawah pandangan dunia ontologis. Itu adalah objektivisme, konstruktivisme dan pragmatisme.

2. Epistemologi

Filosofi epistemologi mencoba untuk menemukan pengetahuan yang dapat diterima dan menangani fakta-fakta yang sesuai dengan itu. Di sini, Anda harus mendefinisikan pengetahuan yang dapat diterima tentang bidang penelitian Anda. Ini juga merupakan keharusan bagi Anda untuk memberikan informasi yang Anda dapatkan setelah melakukan pengujian yang ketat.

Anda menggunakan epistemologi sebagian besar untuk tujuan penelitian ilmiah. Ini seperti itu karena membantu Anda dalam menemukan informasi yang bisa Anda buktikan tanpa keraguan. Positivisme, realisme kritis dan interpretivisme adalah posisi filosofis yang berhubungan dengan epistemologi. Kita bisa mempelajarinya untuk mendapatkan gagasan mendalam tentang epistemologi.

3. Aksiologi

Aksiologi membantu Anda mempelajari bagaimana barang berharga dan opini mempengaruhi pengumpulan dan analisis penelitian Anda. Di sini, Anda tidak harus menghilangkan atau menyeimbangkan dampaknya.

Sebagai contoh, ketika kita akan melakukan penelitian tentang penggunaan website untuk pembelajaran fisika, perlu membuat pertanyaan-pertanyaan seperti apa realitas dari penggunaakn web (What is true Knowledge) untuk pembelajaran fisika. Apakah dikelas terjadi adanya gap atau masalah, atau hanya sekedar melihat teori yang tidak tepat yang digunakan selama ini. Jika ada masalah seperti pengetahuan guru tentang web kurang, maka itu tidak langsung akan dibuktikan dengan kekurang itu sebagai masalah utama. Perlu diketahui apakah ada penyebab lainnya. Teori-teori yang mendasari web dan pembelajaran web perlu dibahas. Setlah kita tahu apa kebenarannya, maka kita perlu apa yang perlu dilakukan supaya menjadi benar (what is known tobe true). Untuk mengetahui itu perlu melakukan sejumlah prosedur yang direncanakan. Prosedur itu berupa metode penelitian. Apakah metodenya itu berupa ukuran-ukurang statistik, atau menganalisis dari teori atau perlu dilakukan peningkatan-peningkatan dengan perlakukan berulang. Metode tersebut akan menghasilkan data. Data tersebut perlu dianalisis untuk diketahui apakah itu dipercaya kebenarannya atau bukan (what is believed to be true). Diskusi-diskusi perlu diuraikan dari berbagai teori yang ada dengan cara membandingkannnya. Hal ini dilakukan supaya diketahui kebenaran dari hasil penelitian penggunaan web untuk pembelajaran.

Contoh tentang penggunaan web untuk pemebelajaran fisika di atas, masih memerlukan kejelasan. Kejelasan tersebut khususnya berupa penelitian itu menggunakan pendekatan positifisme vs interpretatifisme. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar Bawang (Onion) berikut ini.

  1. Positifme

Positivism menghasilkan hipotesis (atau pertanyaan penelitian) yang dapat diuji dan memungkinkan penjelasan yang diukur terhadap pengetahuan yang diterima tentang dunia tempat kita tinggal. Ini bisa jadi hukum gravitasi diterapkan pada apel yang jatuh dari pohon.

Posisi ini menciptakan tubuh penelitian yang bisa direplikasi oleh peneliti lain dan menghasilkan hasil yang sama. Penekanannya adalah pada hasil kuantitatif yang memberikan analisis statistik.

2. Realisme

Realisme mirip dengan positivisme dalam proses dan keyakinannya bahwa realitas sosial dan peneliti saling independen satu sama lain dan karenanya tidak akan menciptakan hasil yang bias. Namun, di mana perbedaannya, realisme berpikir bahwa metode ilmiah tidak sempurna. Ia percaya bahwa semua teori dapat direvisi dan bahwa kemampuan kita untuk mengetahui secara pasti realitas apa yang mungkin tidak ada tanpa terus meneliti dan membiarkan pikiran kita terbuka untuk menggunakan metode penelitian baru.

Realisme karenanya dapat menggunakan beberapa jenis metode penelitian untuk melakukan triangulasi hasil dalam pencarian hasil yang lebih dapat diandalkan.

3. Interpretivisme

Interpretivisme mengacu pada pendekatan yang menekankan sifat bermakna partisipasi masyarakat dalam kehidupan sosial dan budaya. Periset yang bekerja dalam tradisi ini menganalisis makna yang diberikan orang atas tindakan mereka sendiri dan tindakan orang lain dan berpandangan bahwa keberadaan dan perubahan budaya dapat dipahami dengan mempelajari apa yang dipikirkan orang, gagasan mereka, dan makna yang penting bagi mereka.

4. Objectivisme

Objectivisme menyadari bahwa fenomena sosial dan maknanya ada secara terpisah terhadap aktor sosial. Contoh fenomena sosial bisa jadi hujan deras dan aktor sosial adalah orang yang ingin piknik di luar. Hujan ada, itu nyata dan akan diakui oleh semua orang untuk ada dan oleh karena itu independen terhadap orang-orang yang telah kehilangan harinya.

Dalam penelitian Anda ini mungkin bagaimana sebuah undang-undang (fenomena sosial) berdampak pada sekelompok orang (aktor sosial).

5. Kontruktivisme

Konstruktivisme berpendapat sebaliknya terhadap objektivisme. Ini adalah sudut pandang yang percaya fenomena sosial sebenarnya dibangun oleh aktor sosial. Jadi, jika Anda memiliki pandangan dunia ontologis yang konstruktif, Anda akan percaya bahwa, misalnya, undang-undang baru adalah produk dari perilaku kelompok orang yang sekarang berdampak padanya.

6. Pragmatisme

Pragmatisme berpendapat bahwa baik konstruktivisme maupun objektivisme adalah cara yang benar untuk mendekati penelitian. Pragmatisme memungkinkan peneliti untuk melihat topik dari salah satu atau kedua sudut pandang mengenai pengaruh atau peran aktor sosial dan menggunakannya untuk menciptakan pendekatan praktis terhadap penelitian. Ini bisa digunakan untuk menemukan solusi terhadap masalah.

 

Dari enam pandangan filsafat ini, kita dapat membaginya menjadi dua pendekatan.

  1. Deduktif

Deduktif berarti Anda memulai dengan sebuah pernyataan atau pertanyaan dan penelitian Anda menetapkan untuk menjawabnya. Tujuannya adalah untuk menyimpulkan dengan jawaban ya atau tidak menanggapi pertanyaan tersebut.

Pertanyaan bisa berupa pernyataan atau spekulasi yang diinformasikan mengenai topik yang peneliti yakin bisa dijawab.

Proses pemikiran deduksi bergerak dari teori ke pertanyaan penelitian, hingga pengumpulan data, temuan sampai penolakan atau konfirmasi pertanyaan penelitian. Ini harus mengarah pada revisi teori dan sering memulai prosesnya lagi.

2. Induktif

Induktif berarti Anda meneliti untuk menciptakan teori. Prosesnya bergerak ke arah yang berlawanan dengan pendekatan deduktif yang mengambil fokus dari judul kerja peneliti bukan teori yang ada. Artinya, penelitian ini beralih dari pertanyaan penelitian ke observasi dan deskripsi hingga analisis dan akhirnya teori. Oleh karena itu, jika sedikit penelitian ada pada suatu topik maka pendekatan induktif mungkin adalah cara terbaik untuk melanjutkan.

Meskipun demikian, kedua pendekatan di tas sering dilakukan secara bersamaan dalam suatu penelitian.

Dari pendangan pendekatan tersebut, kemudian kita dapat menentukan strategi yang akan kita gunakan dalam sebuah penelitian.

  1. Strategi Eksperimen

Desain eksperimental lebih kaku dan ilmiah dalam strukturnya sehingga penelitian dapat direplikasi. Desain ini menguji efek kausal dari fenomena pada kelompok dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak mengalami fenomena apapun. Efek kausalnya adalah variabel independen pada variabel dependen.

Strategi eksperimental menghasilkan data yang dapat dianalisis secara statistik.

2. Strategi Survei

Strategi survei sering dikaitkan dengan pendekatan deduktif. Ini menawarkan kepada peneliti cara yang sangat ekonomis untuk mengumpulkan data dalam jumlah besar untuk menangani siapa, kapan, kapan dan bagaimana topik atau masalah tertentu.

Strategi ini bisa menghasilkan data yang kaya dan statistik.

3. Strategi Studi Kasus

Desain studi kasus melibatkan studi ekstensif terhadap satu atau lebih individu atau kasus dalam konteks kehidupan nyata. Untuk menarik kesimpulan yang jelas tentang data, disarankan agar jumlah kasus dibatasi.

Data yang dikumpulkan meliputi: melihat aspek perilaku atau setting mereka, wawancara dengan peserta dan pencarian rekaman.

4. Strategi Penelitian Tindakan

Strategi ini berkaitan dengan menangani masalah untuk menemukan dan menerapkan solusi.

Sebagai bagian dari pencarian solusi ini, periset memungkinkan peneliti untuk menjadi bagian dari organisasi atau studi kasus yang memerlukan solusinya. Hal ini memungkinkan kolaborasi antara organisasi topik dan peneliti.

Proses Action Research bergerak dari tujuan yang jelas untuk mendiagnosis masalah dan membuat daftar tindakan untuk memecahkan masalah.

5. Strategi Penelitian Teori Dasar

Grounded Theory menggunakan metode induktif untuk memprediksi dan menjelaskan perilaku untuk membangun teori. Ini dimulai dengan data dikumpulkan dari observasi, teori dan prediksi yang dihasilkan dari data tersebut dan kemudian prediksi tersebut diuji.

Strategi ini, meski menghasilkan teori baru, masih didasarkan pada teori dan literatur yang ada mengenai topik tersebut.

6. Strategi Etnografi

Etnografi berakar pada antropologi, yang merupakan studi orang lain dari sudut pandang yang terpisah. Namun, etnografi mengharuskan peneliti untuk menjadi bagian dari masyarakat atau situasi yang mereka teliti. Ini mungkin memakan waktu bagi peneliti untuk mencapai integrasi penuh ke dalam adegan sosial untuk mengalami dan mendokumentasikan perubahan tindakan dan pendapat jangka panjang.

7. Strategi Pengumpulan Arsip

Strategi ini memusatkan pengumpulan datanya pada kumpulan data atau dokumen arsip yang ada. Hal ini memungkinkan dilakukannya analisis eksploratori, penjelasan atau deskriptif tentang perubahan yang dilacak dalam jangka waktu yang panjang. Namun, keakuratan dan luasnya informasi yang tersedia mungkin menjadi masalah bagi peneliti yang hanya mengandalkan data sekunder jenis ini.

Dari ketujuh strategi tersebut, seorang peneliti dapat memilih salah satu pilihan metode penelitian antara lain.

  1. Mono method

Penelitian metode mono adalah ketika data kuantitatif atau kualitatif dikumpulkan daripada kombinasi keduanya. Ini mungkin karena tuntutan filsafat, pilihan dan strategi filosofis yang digunakan. Ini juga bisa digunakan untuk meneliti pandangan menentang penelitian mono-metode yang ada.

2. Mix Method

Penelitian metode campuran adalah ketika peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam proses studi, pengumpulan dan analisis data. Dapat dikatakan bahwa dengan menggabungkan kedua jenis penelitian, keterbatasan masing-masing metode dapat diimbangi dan kesenjangan data dapat terisi atau diprediksi.

3. Multi Method

Di sinilah peneliti menggunakan data kuantitatif dan kualitatif namun pandangan peneliti hanya berakar pada salah satunya. Jadi kedua jenis data dianalisis dari hanya satu point-of-view.

Berdsarkan pilihan ini kemudian dapat ditentukan teknik pengumpulan data. Lapisan ini mencakup keputusan pada kelompok sampel, isi kuesioner, dan pertanyaan yang harus diajukan dalam wawancara dan sebagainya. Semua keputusan dan alat yang digunakan pada tahap akhir ini harus sesuai dengan filosofi, pendirian filosofis, strategi, pilihan dan cakrawala waktu yang sudah ditetapkan jika hasil yang valid harus diciptakan dan tahan terhadap kritik.

 

 

Sumber :https://www.allassignmenthelp.co.uk/blog/research-onion-made-easy-to-understand-and-follow/

https://onion.derby.ac.uk/