Tepatnya pada Tanggal 03 Oktober 2017, telah dianugerahkan pemenang nobel prize fisika kepada tiga ilmuan fisika Rainer Weiss, Kip Thorne, dan Barry Barish. Mereka memenangkan dalam penghargaan tertinggi atas karya mereka tentang LIGO (Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory) tentang pengamatan Gelombang Gravitasi pertama di dalam sejarah manusia.

Memang, pada tahun 1617 Albert Einstein telah memprediksikan lewat teori relativitas umum bahwa dua massa besar (yang masif) mengalami akselarasi. Dua masa besar itu adara dua neoutron atau dua black hole.  Keduanya terdistorsi dalam pembentukan alam semesta. Gelombang gravitasi terbentuk awal kali ketika dua Black Hole itu bergabung menjadi satu sehingga timbullah ledakan hebat yang menyebabkan gelombang gravitasi. Gelombang itu kemudian tersebar ke alam semesta melalui kosmos dengan kecepatan cahaya.

Rainer Weiss, Kip Thorne, dan Barry Barish beserta ilmuan lainnya ingin membuktikan adanya teori tersebut. Kemudian dibangunlah dua LEGO untuk mengamati gelombang gravitasi di Livingston, Louisiana dan di Hanford, Wasington. Prinsip kerja LEGO mengandalkan laser dengan kekauatan tinggi. Laser tersebut ditembakkan ke sebuah sebuah pembagi cahaya. Cahaya yang terbagi dua kemudian dilewatkan pada tabung hampa udara sepanjang 2,5 mil yang pada ujungnya diberi cermin. Kemudian cermin pada masing-masing ujung tersebut memantulkan kembali laser tersebut ke dalam detektor. Dari percobaan tersebut dideteksi gelombang gravitasi dengan panjang gelomabang yang lebih kecil dari 10^(-19) meter. Gelombang gravitasi dibatasi oleh materi. Dengan adanya temuan ini, kita dapat mengungkap paling tidak bagaimana alam semesta tercipta, misteri tentang blackhole, dan supernova.