oleh M. Anas Thohir

Ketika kamu menarik tali untuk menarik sebuah benda, dalam prosesnya ternyata tali mempunyai sifat yang jujur.. Misalnya kita memberikan amanah gaya kepada tali dengan menarik tali sebesar 5 N, ternyata tali akan menyampaikannya dengan gaya sebesar 5 N pula kepada tangan kita. Tidak ada yang dikorupsi atau dikurangi. Bagimana tidak, ketika kita memberikan amanah tali untuk menarik benda. Begitupula ketika sampai di benda, maka tali menarik benda sebesar 5 N dan sebaliknya benda memberikan gaya 5 N kepada tali.


Inilah contoh pasangan gaya aksi dan reaksi yang saling jujur, yaitu gaya tangan kepada tali sebagai aksi dengan tali kepada tangan sebagai rekasi, serta pasangan tali kepada benda sebagai aksi kemudian benda kepada tali sebagai reaksi.
Kita sebagai manusia seharusnya meniru perbuatan tali. Apa yang disampaikan kepada kita kita sampaikan apa adanya, tidak dikurangi maupun tidak dilebihi, apalagi dikorupsi. Oleh karena itu sifat tidak jujur (curang) akan dicelakakan oleh Allah sebagaimana fisman-Nya.

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang” (Q.S. Al Muthafifin : 1)

Hadist Nabi

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِى وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ –  قَالَ « إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا ، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ ، حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا]

Terjemahnya:

“Usman bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan pula kepada kami dari Mansur, dari Abi Wail, dari Abdullah, dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: “Sungguh, kejujuran itu menunjukkan jalan kebaikan dan kebaikan itu mengantarkan ke surga. Seseorang dapat dinilai jujur bila ia (benar-benar) mengimplementasikan nilai kejujuran tersebut. Sebaliknya, kebohongan itu menunjukkan jalan kesesatan dan kesesatan itu mengantarkan ke neraka. Karenanya, seseorang yang seringkali berbohong, hingga ia dicatat di sisi Allah swt. sebagai pembohong.”

Mari kita berbuat jujur, demi kita, dan bangsa kita!