oleh M. Anas Thohir

Ternyata bukan hanya manusia yang mempunyai sifat kemalasan. Benda juga mempunyai tingkat kemalasan, coba lihat Gambar berikut.

Bila keduanya memiliki kecepatan sama diasumsikan sistem rem keduanya sama, mana yang sulit dihentikan? atau bila keduanya dalam keadaan berhenti mana yang sulit digerakkan?

Tingkat kemalasan benda adalah seberapa bandel atau seberapa sulit sebuah benda digerakkan atau dihentikan. Tingkat kemalasan benda itu tergantung pada massa benda. Jika massa semakin besar, benda akan semakin malas untuk bergerak, tetapi semakin sulit dihentikan ketika sudah bergerak. Sedangkan semakin kecil massa suatu benda, benda semakin tidak malas tetapi mudah untuk dihentikan ketika bergerak.

Begitu juga manusia, kadang-kadang malas untuk melakukan sesuatu. Terutama malas melakukan ibadah kepada Allah. Memang beribadah efeknya tidak semua langsung dibrikan langsung. Tatapi yakinlah bahwa dengan rajin beribadah dan beramal sholeh, hidup kita akan tentran, tenang, bahagia, dan nanti di Akhirat masuk surga. Aminn
Nah pilih malas atau rajin? Mari kita berdoa agar dijauhkan dari sifat malas

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)