Sering kita dengar bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dari pengetahuan, psikomotorik, dan afektif. Hal ini juga Ketiganya seolah-olah tidak dapat dipisahkan dan besifat organis. Bahwa manusia diberi tiga aspek yang berbeda, tetapi saling berpengaruh. Sehingga menjadi satu-kesatuan yang membangun suatu kepribadian. Tujuan pendidikan itu mengembangkan ketiga aspek sehingga membentuk manusia yang utuh dan kepribadian. Tujuan pendidikan itu cenderung membangun seluruh aspek, seolah-olah pendidikan itu lebih penting kepribadian dari pada ketiga aspek tersebut. Dari ketiga aspek tersebut yang paling penting adalah moral. Kepribadian itu yang paling menonjol moral.

Alam semesta itu merupakan spirit tuhan. Dalam faham idealisme : kehidupan absolut (makrokosmos) dan kehidupan mikrokosmos. Alam semsta itu inda, baik, yang mempunyai spirit tuhan yang maha kuasa.  Di dalam filsafat itu menuju kepada kebenaran yang universal. Filsafat itu mempelajari pengetahuan secara luas secara mendalam, melalui analisis, spekulatif seolah-olah memasuki wilayah-wilayah yang tidak terjangkau ilmu pengetahuan. Filsafat itu melampaui empiric.

Filsafat berasal dari pemikiran spekulatif bukan dari logika. Seperti tuhan itu apa? Sehingga ilmu pengetahuan tidak dapat menjaungkau oelh sebab akibat, tetapi filsafat memikirkannya logika rasionalnya.