Dalam buku How to Assess Higher order Thingking Skill in Your Clasroom karya Susan M. Brookhart (2010) dijelaskan bahwa berpikir tingkat tinggi didefinisikan menjadi tiga bagian, yaitu Higher order Thingking Skill as transfer (p 4), Higher order Thingking Skill as critical thingking (p 5), dan Higher order Thingking Skill problem solving (p 7). Lalu mana yang dipakai untuk menilai keterampilan berpikir tingkat tinggi? semuanya dipakai hanya saja masing-masing mempunyai tujuan masing-masing. Tujuan tersebut sesuai dengan kreterianya. (1) Higher order Thingking Skill as transfer tujuannya untuk menilai pembelajaran yang mengarah pada recalling dan pembelajaran sebagai transfer. yang dimaksud disinin adalah pembelajaran yang menerapkan kebermaknaan atau meaningfull learning. Seberapa transfer ilmu yang telah diterima oleh siswa diukur menggunakan ini, namun tingkatan yang diukur adalah anlisis, evaluasi, dan mengkreasi atau kalau pada Blom yang lama analisis, sintesis, dan evaluasi.

(2) Higher order Thingking Skill as critical thingking digunakan untuk menilai berpikir reflektif siswa atau kemampuan membuat argumentasi bahkan sampai  membuat keputusan seperti yang dijelaskan oleh ennis dalam buku critical thinking (1989). Hal ini sangat penting dimiki oleh siswa, apalagi dengan semakin banyaknya informasi yang harus dikritisi. Oleh karena itu guru sebelum melakukan pembelajaran perlu menilai Higher order Thingking Skill as critical thingking kemampuan awal siswa dan menilai lagi Higher order Thingking Skill as critical thingking setelah pembelajaran.

(3) Sedangkan Higher order Thingking Skill problem solving ditujukan untuk menilai keterampilan menyelesaikan masalah. Tau sendirikan manusia penuh dengan masalah. Masalah merupakan sesuatu yang kompleks. Tidak cukup menyelesaikan masalah hanya mengandalkan memori atau ingatan. Malasah dapat diselesaikan dengan strategi yang direncanakan bukan strategi yang secara otomatis datang. Setiap displin ilmu mempunyai masalah yang unik. Penyelesaiannya juga mempunyai cara-cara yang unik. Dalam bukunya Polya yang berjudul How to Solve It, dijelaskan langkah-langkah penyelesaian masalah ada 4 yaitu memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan melihat kembali seberapa efektif rencana yang telah dikerjakan.

untuk lebih jelasnya dapat melihat referensi.

Brookhart, S.M. 2010. How to Assess Higher order Thingking Skill in Your Clasroom. Alexanderia. ASCD