Gaya penulisan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu formal dan informal. Menulis formal, apabila Anda menuliskan dengan kaidah kaidah yang kaku sebaliknya menulis informal jika gaya penulisannya luwes meskipun tidak dapat meninggalkan kaidah-kaidah penulisan.Silvia, P.P (2015) memberikan poin khusus bagi penulis formal dan Informal. Untuk menulis formal, dia memberi skor -10 dan untuk yang informal diberikan nilai +10. Sebagai contoh:

“Kamu ini mengapa masuk kelas, pada hal kamu telah diskors selama satu minggu” (kalimat seperti ini dapat dinilai +7)

“Kamu mungkin akan tertawa terbahak-bahak jika dunia penuh dengan gemerlap cahaya terang, namun akan menangis jika duniamu gelap gulita tanpa arah” (kalimat ini dapat dinilai +5).

Berdasarkan studi literatur, saya dapat menyimpulkan bahwa pendidikan fisika paling baik jika digabungkan antara pengetahuan pedagogi dan konten” (kalimat ini dapat dilinai -2)”

Berdasarkan hasil ekperimen, larutan perak telah menjadi nanopartikel jika berubah warna menjadi kekuning-kuningan” (kalimat ini dapat dilinai -7)

 

Penulisan formal dan informal dapat disesuaikan dengan jurnal yang akan dituju. Jika jurnal tersebut mempunyai gaya selingkung yang cenderung formal seperti tidak menerima kata ganti saya, kamu, dan kita, maka Anda seharusnya menggunakan gaya penulisan formal. Namu sebaliknya, apabila jurnal itu membebaskan dari aturan-aturan baku Anda dapat menggunakan gabungan formal dan informal, meskipun tidak terlalu informal.