Pestalozzi tidak pernah menghasilkan gambaran teori pendidikan secara komprehensif. Meskipun demikian, ide-ide tertentu akan selalu muncul dalam karyanya. Oleh karena itu dimungkinkan untuk berbicara tentang prinsip-prinsip umum yang dijadikan landasan oleh Pestalozzi dalam teori dan praktek pendidikan. Dalam “How Gertude teaches her Children” Pestalozzi menjelaskan bagaimana ia telah merubah pandangannya terhadap temannya  tanpa bisa menyimpulkan tujuan utamanya ketika tiba-tiba temannya berseru: “Anda ingin memekanisasi pendidikan”. Pestalozzi telah menemukan deskripsi yang tepat, tetapi, seperti semua definisi yang disederhanakan, harus diinterpretasikan dengan benar. Jika temannya berkata kepada Pestalozzi: “Anda ingin memanusiakan pendidikan”, maka definisinya telah sama-sama valid. Garis besar prinsip-prinsip umum Pestalozzi harus  bisa menunjukkan bahwa definisi-definisi yang bertentangan itu,  berguna dan cocok.

Pestalozzi adalah orang pertama yang mengakui warisan yang dia terima dari Rousseau – seseorang yang pernah menjadi titik balik antara dunia lama dan dunia baru  pendidikan. Rousseau-lah yang telah mengutuk metode pendidikan kontemporer sebagai metode yang tidak alami:

“Dengan digenggam oleh kekuatan alam , dia menyadari bahwa  tidak ada yang dapat memisahkan rekannya dari pengaruh kuat panca indra dan kehidupan intelektual, dengan kekuatan besar dia memecahkan rantai pikiran, dan mengembalikan anak kepada dirinya sendiri dan pendidikan kembali kepada anak dan fitrahnya”.(p.43)

Pestalozzi mengambil alih konsep bahwa pendidikan harus selaras dengan alam. Namun rencana sederhana tersebut tampaknya menyadarkan pikiran yang kaku, melemahkan waktu, Pestalozzi dan pengikutnya dianggap terlalu blak-blakan dan revolusioner. Sikap mereka di deskripsikan dengan jelas oleh Niederer tentang tujuan metode:

Prinsip Pestalozzi ketika mengambil alih kastil dan mendirikan Institut yang revolusioner. Dengan kata dan tindakan, ia ingin membongkar dan membangun kembali: membongkar seluruh sistem  sekolah yang telah ada yang seperti penjara, sebuah sistem yang muncul dengan dahsyat; kemudian membangun sistem sekolah yang baru, dia ingin menitipkan mata pelajaran yang diajarkan sebagai unsur dasar  dan metode alam (p.44) Mata pelajaran yang diajarkan harus disesuaikan dengan sifat Anak, begitu juga dengan kegiatan yang harus sesuai dengan kemampuan mereka, sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan individu. Harapannya unsur dasar pelajaran adalah dari fisik, mental, moral, dan agama sesuai dengan sifat dasar anak. Petunjuk harus lengkap dan sesuai dengan tahap-tahap perkembangan manusia4 (p.44).

Bagian ini sudah memberikan kesan bahwa metode Pestalozzi dianggap penting untuk membuat pendidikan yang lebih alami. Bagian awal yang di garis bawahi adalah bagian yang menurut Pestalozzi harus mereka terapkan jika mereka ingin mengganti metode lama. Tidak mengherankan melihat Pestalozzi menggunakan gambaran alam untuk menyampaikan salah satu prinsipnya yang paling mendasar:

“Manusia, meniru tindakan besar alam yang sejak berbentuk biji hingga menjadi pohon besar tapi tunasnya tidak terlihat, tetapi kemudian dari pertumbuhan yang tak terlihat ada kemajuan lebih lanjut yang berlangsung dengan tenang setiap jam dan setiap hari berkembang menjadi batang kecil, yang akan tumbuh menjadi cabang-cabang utama, kemudian muncul cabang tambahan, dan akhirnya ranting yang terkecil tempat menggantung daun-daun. Perhatikan bagaimana alam memelihara dan melindungi setiap satu bagiannya dan bagaimana yang tua menopang yang muda agar tumbuh kuat”5 (p.44).

Pestalozzi tidak melihat anak yang baru lahir sebagai batu kasar di mana orang tua dan pendidik dapat mengukir gambar yang mereka inginkan, tetapi sebagai benih yang sudah mengandung intisari dari  kecerdasan (inteligensi) dan kepribadian (personality) anak.Tujuan dari metodenya adalah untuk memberikan stimulasi yang diperlukan untuk mengaktifkan potensi dasar anak untuk dikembangkan secara maksimal.(p. 44-45)

Dengan demikian menurut pandangan Pestalozzi, tentang pengaruh  keturunan  di satu sisi, dan di sisi lain pengaruh lingkungan cocok dengan penafsiran modern . Keturunan memiliki pengaruh yang penting pada karakteristik mental, pribadi (personal), dan fisik – tetapi pengaruh ini  hampir sepenuhnya bisa dibatalkan jika selama tahun pertama kehidupan anak, lingkungan menekan kapasitas nya. (p.45).

Keyakinan bahwa bakat adalah bawaan dan tidak dipaksakan dari luar memang tidak mengurangi pentingnya orang tua dan guru. Memang pendidikan seni memberikan latihan yang benar dan latar belakang yang memuaskan untuk mengembangkan bakat anak sepenuhnya. Pestalozzi mengklaim bahwa dalam menyajikan materi dalam bentuk pendidikan untuk anak, ada urutan yang ideal dalam menyajikannya.Untuk membangun aturan itu, akan sangat penting untuk mengurangi topik yang paling mendasar dan kemudian membangun secara bertahap selangkah demi selangkah. Perkembangan topik dari yang paling sederhana sampai ke yang paling sulit harus dibagi ke dalam gradasi sebanyak mungkin. Untuk melakukan hal ini tidak melibatkan materi baru tetapi hanya meletakkan secukupnya dan menafsirkan fakta-fakta yang sudah diketahui (p.45).

Metode bertujuan untuk mencari dan memahami unsur-unsur penting, yaitu poin-poin tetap dan semua petunjuk dan semua pendidikan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi, bukan menemukan, unsur-unsur. Dengan mengelompokkan fakta dan pengalaman yang sama dengan cara yang benar, dengan mengatur mereka dalam urutan yang benar, maka dimungkinkan untuk membangun kemajuan yang alami dari yang paling sederhana sampai ke yang paling sulit tanpa ada kesenjangan apapun. Pestalozzi memberikan indikasi yang jelas tentang bagaimana kemajuan ini dibentuk (p.45).

Pertama-tama semua proses belajar diawali dengan pengamatan dan menyelesaikan dasarnya dulu baru melanjutkan ke sesuatu yang rumit. Dalam setiap aspek pendidikan mencoba untuk mengatur perkembangan dari pengalaman di mana setiap konsep baru seolah-olah tidak kelihatan, pengalaman lampau yang telah berakar dan tidak pernah Anda lupakan? (p.45).

Perkembangan dari yang sederhana ke yang sulit tidak bisa muncul hanya dengan mempelajari materi yang relevan; Jika itu digunakan untuk mengajar anak maka itu harus mempertimbangkan psikologi anak. Bagi Pestalozzi dalam memastikan tingkat kesulitan materi yang tepat untuk mengembangkan kemampuan anak dalam pemahaman adalah seni seorang guru. Dia bersikeras bahwa instruksi harus berdasarkan pemahaman anak, bukan pemahaman orang dewasa. Oleh karena itu pendidikan itu berpusat pada anak, dan cara kerja pikiran dan cara berkembang pada anak-anak dengan lebih mendalam. Pestalozzi mengusulkan metode empiris untuk mengembangkan cara-cara dimana materi pendidikan harus disampaikan kepada anak-anak (p.46).

Apa yang guru ingin sampaikan kepada anak-anaknya, dia harus menguasai sepenuhnya sehingga penguasaan anak akan sama dengan dirinya. Dia bisa mencapai ini jika ia sering belajar dengan anak-anak disampingnya dan dengan demikian dia menempatkan dirinya dalam posisi yang tidak hanya untuk memperoleh pemahaman yang lengkap tentang subjek yang dia ingin kenal, tapi juga mengamati anak-anak mereka sendiri dan semua reaksi mereka ketika belajar: Ia akan melihat bagaimana ia dapat merangsang dan segera sadar akan kemampuan masing-masing anak dan bagaimana dia membawa mereka dengan tahap demi tahap mendekati tujuan yang dia telah diputuskan.

Jika pengamatan menjadi sarana untuk menemukan metode pendidikan yang ideal, minat yang ditunjukkan oleh anak akan menjadi indikasi terbaik dari keberhasilan setiap metode. Bagi anak-anak yang tertarik dengan apa yang dia bisa pahami dan apa yang disajikan kepadanya dalam bentuk yang menarik:

Keinginannya untuk mengembangkan kekuatan mental dengan melatih mereka akan berkurang jika hanya mengharapkan untuk mengajarkan dia supaya berpikir  menarik untuk kemampuan mental, tapi hanya mengganggunya dengan kebosanan mereka, dan menundukkan dan membingungkan lebih dari merangsang dan membangkitkannya dengan keselarasan mereka.

Ada kesamaan yang menarik antara pendekatan Pestalozzi’s dan psikolog modern Swiss, Jean Piaget, yang oleh pengamatan dan percobaan ekstensif, telah mencoba untuk menunjukkan bagaimana mengembangkan kemampuan anak untuk memahami dunia di sekitar dia, menunjukkan bahwa pemahaman  anak pada fenomena tertentu dan konsep mengikuti urutan kronologis. Menindaklanjuti bahwa seorang anak tidak dapat mengerti apa yang disebut konsep C sampai dia telah mengerti konsep A dan B. Pandangan Pestalozzi’s  bahwa semua pengalaman dan informasi harus diberikan dalam urutan tertentu yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak untuk memahami itu, dan itu dibenarkan oleh pendapat moderen.

Karena metode ini didasarkan pada pengembangan bakat alami anak, itu tidak hanya untuk memperhitungkan psikologi anak, tetapi juga harus memeriksa karakter dan kecerdasan individu anak. Karena metodenya positif, hal itu mendasarkan dirinya sendiri secara langsung pada individu anak yang ada diasuhnya; memang tidak ada yang positif dalam pendidikan dan pengajaran tetapi anak memiliki bakat individual. Menyajikan materi kepada anak-anak dan meninggalkannya mereka, fungsi guru, menurut Pestalozzi, adalah untuk mengetahui kapasitas masing-masing individu anak dan dengan demikian tahap perkembangan alam dari sederhana ke yang sulit dalam setiap bidang pendidikan yang telah ia capai.Tidak membutuhkan waktu lama bagi anak untuk menyesuaikan dirinya dengan baik dengan materi yang disampaikan kepadanya. Sebaliknya dia akan diajarkan  kebutuhan individu di kelasnya.

Sejauh ini kita telah membahas aspek analitis teori Pestalozzi’s: keinginannya untuk mengurangi topik pendidikan pada unsur-unsur dasar dan kemudian membangunkan mereka lagi dalam kemajuan alami dari sederhana ke sulit sesuai dengan kapasitas tumbuh kembang anak. Untuk tujuan ini Pestalozzi mengenal tiga aspek dasar pendidikan: pendidikan intelektual, pendidikan moral dan pendidikan praktis (yaitu pendidikan jasmani). Bab ini  akan membahas masing-masing dari ketiga aspek tersebut.

Di sini, perlu dicatat bahwa sementara Pestalozzi berusaha untuk memecah proses pendidikan ke elemen dasar untuk menyederhanakan dan merasionalisasikannya, ia menekankan bahwa hal itu adalah kepribadian menyeluruh yang telah dididik; Alam membentuk anak secara keseluruhan, sebagai satu kesatuan organik yang penting dengan kapasitas moral, mental dan fisik. Dia berharap bahwa tak satu pun dari kapasitas tersebut tidak berkembang. Dimana alam memiliki pengaruh dan anak akan baik dan akan dibimbing oleh dia, dia mengembangkan hati,  pikiran dan tubuh anak dalam kesatuan yang harmonis. Satu pengembangan tidak hanya terkait dengan perkembangan yang lain, tetapi masing-masing kapasitas ini dikembangkan melalui cara yang lain11.(p.47).

Sekali lagi kita menemukan Pestalozzi memiliki pendapat modern  – dulu itu sering keliru bahwa kemampuan kompensasi untuk satu sama lain; Misalnya, seringkali seorang atlet yang baik adalah  murid miskin di kelasnya, seorang murid yang cerdas sering kali  buruk dalam pertandingan. Sekarang sudah diperlihatkan bahwa ada korelasi yang tinggi antara berbagai kemampuan manusia, yaitu murid cerdas cenderung melakukan permainan cukup baik pada pertandingan, murid miskin cenderung lemah. Dalam mendidik seluruh kepribadian, Pestalozzi tertarik dalam setiap aspek pendidikan – maka ada banyak ketertarikan beliau dalam karyanya.

Tujuan dari metode Pestalozzi’s adalah tidak hanya untuk mengembangkan individu secara penuh, tetapi juga untuk memanfaatkan apa pun yang ada pada anak baik usia, kelas atau profesi masa depan. Dengan mendasari sistemnya pada pertumbuhan alami dalam kapasitas anak, dia mengklaim bahwa hal itu secara universal dapat dipakai. Melalui berbagai jenis metode pendidikan umum dan profesional, swasta dan publik, kelas pekerja dan kelas menengah – akan terlihat umum.\

Pestalozzi tidak memiliki keinginan untuk membuat sistem lebih seragam, tetapi merasa bahwa setiap jenis pengajaran bisa berhubungan dengan dengan jenis yang lain dan dengan demikian, tujuan dan batasan-batasan dari masing-masing jenis akan menjadi lebih yang jelas.Ia tidak percaya bahwa setiap individu mampu mencapai standar yang sama dalam karyanya, tapi dia bersikeras bahwa setiap anak harus memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat-bakat yang ia telah terpenuhi. Perlakuan terhadap murid di Yverdon dia catatnya:

Dalam hubungan kita dengan anak-anak, kami tidak membuat perbedaan yang didasarkan pada hal-hal lahiriah atau kebetulan. Dalam hal ini kami benar-beanr menyadari tdiak ada superioritas dalam kebaikan satu anak di atas yang lain kecuali untuk menjadikan yang sesuai dengan kekuatan kehendaknya, sesuai dengan tingkatan kemampuannya, tentang usahanya, kemampuan pengendalian dirinya, ia dapat menjadi dan seharusnya menjadi. Kami mengakui kemanusiaan, sifat manusia, semua sama.

Dengan menekankan bahwa setiap anak yang memiliki kesamaan, bukan apa yang memisahkan mereka, Pestalozzi menyatakan bahwa metodenya ini dapat membantu setiap orang dalam setiap tahap perkembangan. Dari ringkasan ini prinsip umum Pestalozzi’s, unsur-unsur memanusiakan dan memekanisasikan unsur-unsur dalam teorinya harus lebih jelas. Dengan menata pengetahuan dan pengalaman, dia berharap dapat menemukan cara yang ideal untuk mengajar anak-anak, dan metode yang akan digunakan secara universal.

Pada saat yang sama secara kontinyu ditekankan bahwa pendidikan adalah untuk anak dan bukan anak untuk pendidikan, ia menunjukkan bahwa kebutuhan individu anak harus diperhitungkan. Pendidikan menjadi  lebih manusiawi dan lebih ilmiah.  Seperti kita sekarang beralih kepada tiga aspek utama pendidikan – moral intelektual, dan praktis – kami akan mencoba untuk menyebutkan tidak hanya ide-ide teoritis Pestalozzi, tetapi juga bagaimana ide-ide tersebut berhasil dalam praktek. Pestalozzi tidak memiliki waktu atau pengetahuan untuk memecah setiap topik pendidikan menjadi elemen. Ia bahkan tergantung pada asistennya. Beberapa orang pasti lebih berhasil daripada yang lain. Beberapa topik yang diteliti dengan hati-hati, beberapa hanya sepintas, dan beberapa benar-benar diabaikan. Pestalozzi memperingatkan kritikan terhadap metodenya yang terlalu tergesa-gesa:

Dengan memeriksa tujuannya, keputusan tertentu itu mungkin; bahkan kajian tentang bagaimana metode yang dimasukkan ke dalam praktek di lembaga tidak memungkinkan membuat penilaian mendasar. Bagian dari metode, kepribadian dari lembaga, membuat penilaian secara keseluruhan sangat sulit. Beberapa keanehan dari keduanya terlalu jauh dari pengajaran normal  dan kaitannya terlalu erat dan perkembangan seluruh sifat yang akan dinilai oleh pemeriksaan umum atau survei.

Masalah yang mungkin muncul dalam hal kepribadian, beberapa di antaranya tidak menarik, bahkan beberapa diusir secara langsung; Dia yang mencari kebenaran harus mampu mengatasi dan membedakan dengan jelas objek yang di pemeriksaan. Ada kemunginan bahwa teori-teori dan praktek akan keliru dalam menafsirkan. Namun, Pestalozzi, tidak pernah mengklaim bahwa ide-idenya telah sempurna.Dari pernyataan bahwa ada metode yang ideal dalam menyajikan topik pendidikan kepada murid-murid di mana metode bisa diklaim menjadi efektif, apalagi sempurna, butuh lebih banyak eksperimen. Dalam sebuah lembaga, tanpa dukungan nasional, dengan staf tidak selaras, tugas panjang akan di mulai. Oleh karena itu kita harus menghindari terlalu menyalahkan atau menggantikan karyanya Pestalozzi’s, dan ingat bahwa dialah yang pertama menyalahkan dan menolak segala aspek dari praktek pendidikan yang telah terbukti tidak memadai atau mampu berkembang.