ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meremediasi miskonsepsi mahasiswa pada materi listrik dinamis. Kegiatan remediasi dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama yaitu dengan pengembangan perangkat pembelajaran guided discovery dan instrumen tes diagnostik miskonsepsi. Pengembangan tersebut mengikuti tahap 4-D model Thiagarajan (1974), dilanjutkan dengan tahap kedua yaitu, implementasi perangkat pembelajaran pada 35 mahasiswa Pendidikan Fisika angkatan tahun 2011 kelas A di Universitas Negeri Surabaya dengan desain One Group Pretest-Posttest Design.  Data miskonsepsi mahasiswa dianalisis dengan analisis CRI, sedangkan data keterlaksanaan pembelajaran dianalisis dengan rata-rata perlangkah.  Data hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran guided discovery diperoleh dari penilaian pengamat mendapatkan nilai rata-rata keterlaksanaan 3,6 dengan katagori sangat baik. Profil miskonsepsi awal ditemukan pada setiap konsep sebelum pembelajaran dan menurun setelah remediasi. Pada konsep kecepatan drift mahasiswa yang mengalami miskonsepsi 66% setelah penerapan menjadi 31%, pada konsep hukum Ohm pada bahan penghantar 26%  menjadi 3%, pada konsep tegangan sumber yang dirangkai seri pararel  71% setelah penerapan 43%, model konsumsi arus 63% menjadi  46%, rangkaian seri dan pararel pengaruhnya terhadap daya listrik 80% menjadi 46%, energi pada baterai 40% menjadi 37%, tipologi rangkaian listrik 69% menjadi 51%, daya listrik pada rangkaian campuran 51% menjadi 17%, arus pada suatu rangkaian 40% menjadi 11%, beda potensial antara dua titik 43% menjadi 9%, penggunaan alat ukur listrik (ampermeter dan voltmeter) pada rangkaian 37% menjadi 26%, dan aturan Kirchhoff 20% menjadi 26%. Penemuan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya keterampilan berpikir mahasiswa. Berdasakan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat menurunkan miskonsepsi mahasiswa.

full text