Kajian Pustaka memiliki banyak peran dalam  penelitian. Beberapa ahli telah menguraikan peran kajian pustaka sebagai berikut.

Peran dari kajian pustaka yang disebutkan adalah sebagai berikut:

  1. memberikan dasar akademik untuk penelitian
  2. mengklarifikasi ide-ide yang ada dan temuan dari penelitian sebelumnya
  3. menemukan data dan metode penelitian
  4. mengidentifikasi isu potensial yang mempengaruhi

(De Montfort university, 1989)

Dalam penelitian (Randolph, 2009) menyebutkan Gall, Borg, dan Gall berpendapat bahwa kajian pustaka memainkan peran dalam:

  1. pembatasan masalah penelitian,
  2. mencari cara baru dalam penyelidikan,
  3. menghindari pendekatan yang sia-sia,
  4. memperoleh wawasan metodologis,
  5. mengidentifikasi rekomendasi untuk lebih lanjut dalam penelitian, dan
  6. mencari dukungan pada penelitian grounded theory.

Selain itu ditambahkan Hart, peran kajian pustaka adalah:

  1. membedakan apa yang telah dilakukan dan apa harus diselesaikan,
  2. menemukan variabel penting yang relevan dengan tema,
  3. mensintesis dan memperoleh perspektif baru,
  4. mengidentifikasi hubungan antara ide-ide dan praktek,
  5. membangun konteks topik atau masalah,
  6. rasionalisasi pentingnya masalah,
  7. meningkatkan dan memperoleh kosakata subjek,
  8. memahami struktur subjek,
  9. berkaitan gagasan dan teori untuk aplikasi,
  10. mengidentifikasi metodologi utama dan teknik penelitian yang telah digunakan, dan
  11. menempatkan penelitian dalam konteks historis untuk menunjukkan keakraban dengan perkembangan disiplin ilmu

Untuk mengakaji kepustakaan perhatikan lima langkah yang diusulkan oleh Creswell(Creswell, 2012).

  1. Mengidentifikasi kata kunci sesuai dengan topik dan permasalahan dalam penelitian yang dipilih. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kata kunci diantaranya.
  2. Menemukan kepustakaan dengan melihat tipe materi dan basis.
  3. Mengevaluasi dan mensleksi kepustakaan secara kritis dengan cara. (1) apakah kepustakaan tersebut sumber yang baik dan akurat dan (2) Apakah kepustakaan tersebut relevan
  4. Mengorganisasi kepustakaan yang teleh diseleksi dengan mengabtraksi atau membuat catatan tentang kepustakaan dan mengembangkan diagram konsep. Cara untuk mengorganisasi kepustakaan dengan membaca dengan cepat, membuat catatan diatasnya, dan membuat kecocokan dengan kepustakaan yang lainnya, membuat gambar visual dalam literatur map, memberikan kerangka kerja. Selain itu juga dapat mengarsip dalam file setelah menugnduh dan m.
  5. Tulis suatu tinjauhan kepustakaan yang merangkum kepustakaan untuk dimasukkan ke dalam laporan penelitian. Hal yang dilakukan adalah dengan membuat catatan rangkuman. Poin yang masuk adalah (a) pertanyaan dijawab (b) mengumpulkan data, dan (c) hasil-hasil utama. Selanjutnya mengabtraksi penelitian secara kualitatif berdasarkan aspek permasalah penelitian, pertanyaan atau hipotesis, prosedur penelitian, dan hasil penelitian. Setelah semuanya selesai, langkah selanjutnya adlah membangun peta kepustakaan. Kepahaman dari abstraksi dari artikel atau buku atau referensi lainnya akan memunculkan gambaran atau diagram visual konseptualsasi.

Selain itu kepustakaan dapat digalih dengan:

  1. Mengidentifikasi kata kunci topik
  2. Mengambil informasi dan mensortir menjadi kelompok bidang terkait
  3. Memberikan label untuk setiap kontak
  4. Mengembangkan peta kepustakaan
  5. Menyebutkan penelitian yang akan akan memperluas atau manambahka kepustakan yang mana dapat menarik garis yang menghubungkan penelitian yang diusulkan dengan cabang-cabang kepustakaan lainnya.