Apa itu stetemen masalah

Penting dalam latar belakang menyatakan masalah penelitian. Hal ini menjadi urgen karena tanpa mengetahui teknik menyatakan permasalahan penelitian dapat dianggap penelitian itu tidak mempunyai keterbaruan. Hal ini tentu beralasan karena penelitian khususnya penelitian penerapan merupakan penggunaan reset dasar untuk menyelesaikan masalah penelitian, atau mengembangkan proses baru, produk, atau teknik.

Masalah penelitian merupakan sebuah bidang konsentrasi, sebuah gap ilmu pengetahuan, deviasi standar norma untuk keperluan pemahaman dan investigasi lebih lanjut. Statemen masalah diperlukan sebagai klaim yang outlineĀ  penelitian. Hal ini membantu dalam mengidentifikasi proyek penelitian. Statemen penelitian juga berfungsi sebagai pengantar proposal akhir penelitian. Juga mengantarkan pembaca dalam masalah-masalah yang akan ditangani dalam penelitian dan memberikan pernyataan singkat pengantar secara singkat proyek penelitian itu sendiri. Statemen masalah juga mengarahkan pada tujuan penelitian. Meskipun statemen penelitian itu sangat penting tetapi ini harus diungkapkan dengan singkat yang tidal lebih dari satu halaman.

Karakteristik Stetemen masalah

  1. Ini harus mengatasi kesenjangan dalam pengetahuan.
  2. Itu harus cukup signifikan untuk berkontribusi pada badan penelitian yang ada
  3. Ini harus mengarah pada penelitian lebih lanjut
  4. Masalahnya harus membuat dirinya untuk investigasi melalui pengumpulan data
  5. Itu harus menarik bagi peneliti dan sesuai dengan keterampilan, waktu, dan sumber dayanya
  6. Pendekatan menuju penyelesaian masalah harus etis

Cara menulis stetemen masalah

  1. Menjelaskan situasi ideal; menjelaskan bagaimana seharusnya (IDEAL).
  2. Menjelaskan suatu kondisi yang mencegah tujuan, keadaan, atau nilai idel tidak tercapai atau direalisasikan saat ini; menjelaskan bagaimana situasi saat ini gagal mencapai tujuan atau ideal (REALITAS).
  3. Mengidentifikasi cara Anda mengusulkan untuk memperbaiki situasi saat ini dan mendekatkannya ke tujuan atau cita-cita (SOLUSI).

Contoh:

  1. (IDEAL) Berdasarkan peraturan Kemdikbud bahwa kompetensi guru adalah kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang terintegrasi. hal tersebut didukung dengan hubungan masing-masing komptensi tersebut saling terjadi keterkaitan dan terintegrasi. Namun,
  2. (REALITAS) Masing-masing kompetensi tersebut selokah A dan B tidak memiliki keterkaitan pada pengetahuan siswa dengan materi bidang studi. Pelatihan-pelatihan yang diadakan masih bekerja sendiri-sendiri seolah-olah terpisah antara kompetensi pengetahuan, kepribadian, dan sosial. Bahkan pemerintah sendiri tidak memberikan solusi bagaimana mengintegrasikan keempat kompetensi tersebut.
  3. (SOLUSI) Untuk merespon masalah tersebut, penelitian perlu melakukan mengidentifikasi hubungan ke empat kompetensi tersebut. Berdasarkan identifikasi tersebut tiap komponen akan diketahui bagaimana hubungan dan bagaimana mengitegrasikannya.