Bagaimana Supermoon terjadi?

Sebelum memahami supermoon, kita perlu tahu tentang bagaimana gravitasi bumi,  teori sistem dua benda,  orbit bulan, dan supermon sendiri. A. Gravitasi Bumi Gravitasi bila kita lihat dari gerak peluru terhadap bumi, maka akan dapat beberapa fenomena.  Bila peluru jatuh tanpa adanya gaya selain gaya gravitasi, maka peluru akan mengarah ke pusat bumi. Bila peluru diberikan gaya mendatar (kecepatan mendatar) maka peluruh akan semakin menjauhi bumi dengan waktu yang sama seperti diilustrasikan pada Gambar 1. Gambar 1. Peluru semakin menjauhi bumi bila diberikan kecepatan mendatar yang semakin besar dengan arah meriam mandatar. Berdasarkan teori tersebut, maka sebuah benda jika diberikan kecepatan (kecepatan injeksi) yang rendah maka benda tersebut akan jatuh (Gambar 2. A dan B). Jika diberikan kecepatan injeksi tertentu, benda akan bergerak mengelilingi bumi dengan lintasan lingkaran (Gambar 2. C). Lalu apabila diberikan kecepatan injeksi sebesar 10 km/s, maka benda akan menempati lintasan ellips (Gambar 3. D). Kemudian benda yang diberikan lebih dari 10 km/s, benda tersebut akan keluar dari lintasannya. Gambar 2. Benda yang diberikan kecepatan injeksi tertentu akan menyebabkan benda memiliki lintasan yang berbeda B. Persamaan Sistem Dua Benda Seperti yang kita tahu bahwa energi total adalah konstan. Energi total merupakan penjumlahan antara energi kinetik dengan energi potensial. Energi kinetik yang dibutuhkan sebesar untuk energi potensial Untuk orbit ellips yang terikat, energi total harus mempunyai nilai yang negatif. Dalam hal ini kecepatan relatif dan jaraknya setengah dari sumbu mayor atau...

Read More