Category: Fisika SMP

Alat-Alat Optik

MATA DAN KACA MATA MATA Mata termasuk alat optik yang alami, mata merupakan indra penglihatan dan merupakan organ yang dapat menangkap perubahan dan perbedaan cahaya. Organ ini bekerja dengan cara menerima, memfokuskan, dan menstransmisikan cahaya melalui lensa untuk menghasilkan bayangan objek yang dilihatnya. Struktur anatomi mata diperlihatkan pada gambar berikut. Fungsi dari bagian-bagian mata tersebut ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Bagian Mata Fungsi Lensa mata Memfokuskan agar cahaya atau bayangan yang masuk jatuh di retina mata. Pupil Mengatur jumlah cahaya yang masuk ke bola mata. Kornea Menerima rangsangan cahaya dan meneruskannya sampai ke mata bagian dalam. Sklera Melindungi bola mata terhadap ganguan luar yang bersifat mekanis (ex. benturan) serta berfungsi untuk menjaga bentuk bola mata. Koroid Memelihara retina dan mencegah terjadinya pemantulan cahaya di dalam ruang internal mata dengan cara menyerap cahaya yang tidak diperlukan. Retina Menerima cahaya dan tempat jatuhnya bayangan benda. Saraf optik Meneruskan informasi bayangan benda yang diterima retina menuju otak. Otot siliari Mengatur kelengkungan lensa mata. Pengaturan kelengkungan ini diperlukan agar bayangan benda jatuh tepat di retina. Kerja Mata titik dekat (punctum proximum = PP) Titik dekat merupakan titik terdekat yang masih dapat dilihat dengan jelas oleh mata yang berakomodasi maksimum. Pada mata normal, titik terdekatnya adalah 25 cm atau disebut jarak baca normal (sn = 25 cm). titik jauh (punctum remotum = PR). titik jauh mata adalah titik terjauh yang masih dapat dilihat...

Read More

Teori Kinetik Gas Ideal dan Tinjauan Impuls Tumbukan Untuk Teori Kinetik Gas

KD 3.6. Memahami teori kinetic gas dan karakteristik gas pada ruang tertutup. IPK Mengidentifikasi gas ideal dan gas real. Mengenali tinjauan impuls-tumbukan untuk teori kinetic gas. Membedakan ciri-ciri gas ideal dan gas real. Menjelaskan tinjauan impuls-tumbukan untuk teori kinetic gas. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat mengidentifikasi gas ideal dan gas real dengan benar melalui proses diskusi. Siswa dapat mengenali tinjauan impuls-tumbukan untuk teori kinetic gas dengan benar setelah diberikan gambar. Siswa dapat membedakan ciri-ciri gas ideal dan gas real dengan benar melalui proses menanya. Diberikan tayangan video, siswa dapat menjelaskan tinjauan impuls-tumbukan untuk teori kinetic gas dengan benar. Teori Kinetik Gas Ideal Teori kinetik adalah analisis terhadap partikel yang bergerak secara random (Giancoli, 2014).  Dalam gas misalnya, tekanan gas berkaitan dengan tumbukan yang tak henti-hentinya dari molekul-molekul gas terhadap dinding-dinding wadahnya. Gas yang kita pelajari adalah gas ideal, yaitu gas yang secara tepat memenuhi hukum-hukum gas. Pada kenyataannya, tidak ditemukan gas ideal, akan tetapi sifat-sifat gas ideal dapat didekati oleh sekumpulan gas pada temperatur tinggi dan tekanan rendah. Kebanyakan gas pada suhu ruang dan tekanan sekitar 1 atmosfir dapat dianggap sebagai gas ideal. Adapun sifat-sifat gas ideal diasumsikan sebagai berikut: Jumlah partikel gas sangat banyak, tetapi tidak ada gaya tarik menarik (interaksi) antarpartikel. Setiap partikel gas selalu bergerak dengan arah sembarang atau acak. Ukuran partikel gas dapat diabaikan terhadap ukuran ruangan tempat gas berada. Setiap tumbukan yang terjadi antarpartikel gas...

Read More

Persamaan Keadaan Gas Ideal dan Hukum Boyle-Gay Lussac

KD : 3.6 Memahami teori kinetik gas dan karakteristik gas pada ruang tertutup 4.9 Mempresentasi-kan laporan hasil pemikiran tentang teori kinetik gas dan makna fisisnya IPK : Menyebutkan persamaan keadaan gas ideal Mengenali Hukum Boyle-Gay Lussac Menjelaskan persamaaan keadaan gas ideal Menjelaskan Hukum Boyle-Gay Lussac Mengaplikasikan persamaan keadaan gas ideal Mengaplikasikan Hukum Boyle-Gay Lussac Menentukan persamaan keadaan gas ideal Menentukan Hukum Boyle-Gay Lussac Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat menyebutkan persamaan keadaan gas ideal dengan benar setelah diberikan beberapa pernyataan mengenai persamaan keadaan gas ideal. Siswa dapat mengenali Hukum Boyl-Gay Lussac dengan benar setelah diberikan gambaran. Diberikan gambaran persamaan gas ideal siswa dapat menjelaskan persamaan gas ideal dengan benar. Diberikan gambaran Hukum Boyle-Gay Lussac siswa dapat menjelaskan Hukum Boyle –Gay Lussac. Siswa dapat menyebutkan persamaan keadaan gas ideal dengan benar setelah diberikan beberapa pernyataan mengenai persamaan keadaan gas ideal. Siswa dapat mengenali Hukum Boyl-Gay Lussac dengan benar setelah diberikan gambaran. Diberikan gambaran persamaan gas ideal siswa dapat menjelaskan persamaan gas ideal dengan benar. Diberikan gambaran Hukum Boyle-Gay Lussac siswa dapat menjelaskan Hukum Boyle –Gay Lussac. Siswa dapat mengapikasikan persamaan keadaan gas ideal dalam kegiatan sehari-hari setelah diberikan gambaran keadaan gas ideal. Siswa dapat mengaplikasikan Hukum Boyle-Gay Lussac setelah diberikan gambaran Hukum Boyle-Gay Lussac. Siswa dapat menentukan persamaan gas ideal dengan benar setelah diberikan gambaran persamaan keadaan gas ideal. Siswa dapat menentukan Hukum Boyle-Gay Lussac dengan benar setelah diberikan gambaran Hukum...

Read More

Perpindahan Kalor

Oleh : Alvin Agung Z Berikut adalah peta konsep dari materi yang akan disampaikan. Benda-benda di sekitar kita ada yang bisa menghantarkan panas dan tidak bisa menghantarkan panas. Benda yang bisa menghantarkan panas disebut dengan konduktor. Contoh benda konduktor ialah tembaga, besi, air, timah, dan alumunium. Sementara itu, benda yang tidak bisa menghantarkan panas disebut isolator. Contoh benda isolator ialah plastik, kain, kayu, karet, kertas, ban, dan lainnya. Nah, sekarang kamu tidak perlu heran lagi saat melihat Ibu mengangkat panci dengan kain di tangannya karena kain termasuk benda isolator. Perpindahan Kalor Secara Konduksi Konveksi dan Radiasi 1) Konduksi Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat padat yang tidak ikut mengalami perpindahan. Artinya, perpindahan kalor pada suatu zat tersebut tidak disertai dengan perpindahan partikel-partikelnya. Contoh: ⦁ Benda yang terbuat dari logam akan terasa hangat atau panas jika ujung benda dipanaskan, misalnya ketika memegang kembang api yang sedang dibakar. ⦁ Knalpot motor menjadi panas saat mesin dihidupkan. ⦁ Tutup panci menjadi panas saat dipakai untuk menutup rebusan air. ⦁ Mentega yang dipanaskan di wajan menjadi meleleh karena panas. Contoh Konduksi (Sumber: belajarbagus.net) 2) Konveksi Konveksi adalah perpindahan panas melalui aliran yang zat perantaranya ikut berpindah. Jika partikel berpindah dan mengakibatkan kalor merambat, terjadilah konveksi. Konveksi terjadi pada zat cair dan gas (udara/angin). Contoh: ⦁ Gerakan naik dan turun air ketika dipanaskan. ⦁ Gerakan naik dan turun kacang hijau, kedelai dan lainnya ketika dipanaskan. ⦁...

Read More

Kalor dan Azas Black

Oleh: Tiva Kholis Ardiyanti 1. Pengertian Kalor Kalor atau panas merupakan energi yang ditransfer dari suatu benda ke benda yang lain. Kalor berpindah secara spontan dari benda dengan suhu yang lebih tinggi ke benda dengan suhu yang lebih rendah. Satuan kalor yaitu Joule. Adapula satuan kalori. Satu kalori setara dengan 0,24 Joule. 2. Kalor Jenis Kalor jenis suatu zat didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan atau dilepaskan untuk menaikkan atau menurunkan suhu satu satuan massa zat itu sebesar satu satuan suhu. Jika suatu zat yang massanya m memerlukan atau melepaskan kalor sebesar Q untuk mengubah suhunya sebesar ΔT, maka kalor jenis zat itu dapat dinyatakan dengan persamaan: Q=mcΔTQ=mcΔT 3. Kalor Laten Kalor laten merupakan nilai dari jumlah panas yang digunakan untuk mencairkan atau menguapkan 1 kg benda. Kalor untuk mencairkan benda disebut Laten lebur. Sedangkan kalor untuk menguapkan benda disebut Laten uap. Q=mLQ=mL  4. Konservasi Kalor Ketika terdapat perbedaan suhu pada sistem tertutup, maka suhu akan mengalir sampai mencapai kesetimbangan termal, dan tidak ada energi yang keluar masuk sistem. Artinya kalor yang diterima sama dengan kalor yang diserap. Konsep ini sering disebut azas Black.  ΣQlepas=ΣQterima Simulasi Kalor: Click to Run Sumber Pustaka: Thohir, M. Anas. 2018. WPACK-SP Desain Pembelajaran Fisika Berbasis Web. Yogyakarta: -. Widodo, Tri. 2009. Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Last modified: Thursday, 18 October 2018, 4:44...

Read More