Category: Termo

Mengapa Kajian tentang Ilmu Alam lebih sukses dari pada tentang manusia terutama pendidikan?

Alam memberikan rangsangan sesuai dengan karakteristiknya, berbeda dengan manusia. Hal ini menyebabkan fenomena alam lebih mudah dipelajari dan diberikan penjelasan secara pasti. Sebaliknya manusia yang mempunyai berbagai aspek yang dinamis, akan lebih sulit dipelajari dan dilakukan perlakuan. Oleh karena itu, pendidikan yang merupakan fenomena manusia juga lebih rumit dipelajari dan bersifat fleksibel. Bahkan penelitian kulitatif yang cenderung ke arah sosial humaniora, akan memiliki hasil yang memungkinkan berubah. Itulah mengapa dalam merencanakan penelitian kulitatif, peneliti tidak dapat secara pasti menentukan vareablel dan masalah-masalah yang dihadapi, sebelum peneliti melakukan penelitiannya. Hal tersebut membuktikan betapa dinamisnya perubahan manusia. Menurut pandangan saya, ada...

Read More

Sintesis Penelitian Pendidikan Fisika Terkini: Reviu dari Sintesis Doctor dan Mestre II

II. Problem Solving Fokus riset pada problem solving pertama adalah mendokumentasikan apa yang siswa lakukan ketika menyelesaikan masalah, dan kedua dengan mengembangkan dan mengevaluasi strategi pembelajaran yang ditujukan pada kesulitan siswa. Riset juga fokus pada upaya mengembangkan kemampuan untuk “berpikir seperti seorang fisikawan”. Semenjak problem solving merupakan proses kognitif yang kompleks, bidang penelitian juga saling melengkapi yang kuat dengan sesi psikologi kognitif. Pertanyaan riset problem solving menurut kategori ahli dan awam antara lain; pendekatan apa yang siswa lakukan untuk menyelesaikan masalah?; bagaimana prosedur problem-solving yang digunakan oleh problem solver yang tidak berpengalaman kesamaan dan perbedaan bentuk dengan problem solver yang ahli?; dan bagaimana ahli dan awam menilai ketika sebuah masalah diselesaikan?. Kemudian menurut kategori bekerja berdasarkan contoh; bagaimana siswa belajar berdasarkan contoh?; bagaimana siswa menggunakan solusi dari problem solving sebelumnya ketika menyelesaikan masalah baru?; bagaimana siswa menggunakan instruksi solusi untuk menemukan kesalahan dalam solusi masalah mereka untuk pekerjaan rumah dan ujian?; dan apa dari contoh penyelesaian masalah menfasilitasi pemahaman siswa?. Sedangkan dari kategori gambaran, pertanyaan yang biasa peneliti ajukan adalah gambaran apa yang siswa bangun selama menyelesaikan masalah? Bagaimana gambaran yang digunakan oleh siswa? apa hubungan antara fasilitas dengan gambaran dan ujuk kerja problem solving? strategi pembelajaran apa yang mendorong penggunaan gambaran siswa? bagaimana kerangka problem solve siswa terhadap tugas?. Pada kategori matematika fisika; bagaimana keterampilan matematika siswa digunakan dalam pembelajaran fisika berbeda dengan keterampilan matematika yang diajarkan di pembelajaran matematika? bagaimana siswa...

Read More

Semikonduktor p-n dan Logam-Semikonduktor I

9.1 Pendahuluan Sering sekali membahas tentang semikonduktor homogen. Meskipun sedikit alat yang dapat dibuat dari semikonduktor homogen. Alat-alat banyak menggunakan semikonduktor non-homogen. Kebanyakan dari alat-alat tersebut menggunakan sambungan p-n, dimana daerah yang dikotori tipe-p dan daerah yang dikotori tipe-n. Biasanya sambungan p-n dibuat untuk dioda.   Catatan: semikonduktor homogen adalah semikonduktor yang seluruhnya terbuat dari bahan yang sama dan doping yang seragam. Sedangkan semikonduktor tidak homogen adalah semikonduktor yang dopingnya bervariasi baik posisi atau komposisi 9.1.1. Sambungan p-n Model sambungan ideal p-n juga disebut model abrupt junction atau step junction. Ini adalah model ideal dengan asumsi bahwa materi penyusunan adalah tipe p yang serbasama dengan total kosentrasi aseptor  NA pada satu sisi sambungan (seperti x<0) dan materi penyusun adalah tipe n yang serbasama dengan total kosentrasi donor  ND pada sisi yang lain (seperti x>0). Kita akan membatasi analisis kita pada kasus satu dimensi. Gambar 9.1 Model sambungan p-n pada satu dimensi Pada daerah yang dikotori dengan tipe p jauh dari daerah sambungan, kosentrasi lubang dan elektron yang seimbang disumbangkan pp dan np.  Pada daerah yang dikotori tipe n jauh dari daerah sambungan, lubang dan kosentrasi elektron disumbangkan pn dan nn. Pers. 9.1 dimana ni adalah kosentrasi pembawa intrinsik dalam materi semikonduktor yang dipertimbangkan. Diasumsikan bahwa pengkotor diionisasi yang mengarah ke konsentrasi pembawa berikut untuk daerah tipe p dan n. dan Pers. 9.2 Nilai dalam kurung tersebut menunjukkan nilai kosentrasi masing-masing tipe  9.2.2....

Read More

Sintesis Penelitian Pendidikan Fisika Terkini: Reviu dari Sintesis Doctor dan Mestre I

Oleh M. Anas Thohir Reviu ini bertujuan untuk memudahkan kepada para peneliti pendidikan fisika. Adapun makalah yang reviu dari Doctor dan Mestre (2014) yang berjudul Syntesis of disipline-based education research in physics mensintesis 539 karya ilmiah yang kebanyakan merupakan artikel penelitian yang telah terbit di jurnal-jurnal internasional bereputasi. Pada makalah tersebut ada enam topik yang dibahas, yaitu (I) pemahaman konsep, (II) Problem solving, (III) kurikulum dan metode pembelajaran, (IV) asessment, (V) psikologi kognitif, dan (VI) sikap dan kepercayaan terhadap pengajaran dan pembelajaran. Masing-masing dari ke enam topik tersebut akan diuraikan dalam contoh pertanyaan penelitian, kerangka konseptual, metode penelitian secara umum, simpulan atau temuan, keunggulan dan kekurangan penelitian, dan usulan penelitian ke depan.   Sekarang kita langsung saja membahas satu persatu dari ke-enam topik yang teleh disebutkan; I. Pemahaman Konsep Penilitan-penelitian fisika pada tahun 1970 lebih banyak meneliti kesulitan siswa dalam penguasaan terhadap konsep dasar dalam fisika (seperti gaya kontak yang tidak berpengaruh pada jarak; interaksi antar benda pada gaya kontak akan memiliki gaya yang sama tetapi arah yang berbeda). Investigasi penyebab kesulitas siswa menjadi umum. Pada penelitian berikutnya kesulitan siswa tersebut diberi beberapa label seperti miskonsepsi, konsepsi yang naif, dan alternatif konsepsi. Pertanyaan penelitian pada makalah tersebut dibagi tiga bagian 1) identigikasi miskonsepsi yang umum terjadi, 2) mendeskripsikan arsitektur struktur konseptual, dan 3) pengembangan dan mengevaluasi strategi pengajaran yang ditujukkan pada miskonsepsi siswa. Pertanyaan identifikasi miskonsepsi yang umum terjadi...

Read More

Pendahuluan Penelitian Menurut Cres well

Menurut Creswell (2011) bahwa untuk membuat pendahuluan ada 5 langkah: yaitu Naratif Hook, Research Problem, Justification of importence of the problem, deficiancy in evidence, dan Audiences that will benefit form asked of the problem. Untuk naratif hook (naratif yang membuat orang tertarik) dapat diawali dengan data statistik yang menggambarkan pentingnya penelitian seperti lebih dari 3 juta penduduk Indonesia menggunakan internet. Ini akan membuat pembaca merasa penting karena dengan data tersebut internet sangat penting bagi penduduk Indonesia. Selain itu dapat juga berupa pertanyaan propaganda seperti bagaimana sebuah aplikasi dapat mempengaruhi kualitas belajar?. Naratif hook juga dapat berupa kebutuhan yang jelas tentang penelitian seperti penelitian ini penting untuk mengetahui pengaruh internet terhadap intensitas belajar anak. Untuk membuat awalan penelitian yang baik juga dapat menggunakan menyebutkan tujuan penelitian. Langkah berikutnya adalah menuliskan masalah penelitian. Isu pendidikan yang mutakhir akan lebih menarik diangkat menjadi permasalahan pendidikan. Coba untuk lebih terpusat pada yang ada di sekolah atau sebuah isu yang kontroversial yang diinvestigasi. Masalah penelitian dapat pula berupa masalah-masalah penelitian terdahulu yang biasanya di dalamnya merekomendasikan penelitian lanjutan atau kebutuhan penelitian lebih lanjut. Bahkan masalah tersebut perlu untuk lebih banyak informasi. Selanjutnya menjelaskan mengapa isu itu penting. Penjelasan ini dapat dikutip dari penelitian terdahulu dan ahli-ahli sebagai laporannya dalam literatur. Eksperimen yang lain yang telah mendapat tempat. Selainitu isu itu dapat diuraikan dari pendapat pribadi. Langkah ke 4 adalah adanya perbedaan dengan kenyataan dan...

Read More