Category: Uncategorized

Pendahuluan

  Sesi Pendahuluan sangat penting dalam penelitian. Sesi ini mengungkap mengapa penelitian ini diangkat. Oleh karena itu, urgenitas dari penelitian ini perlu diubgkap secara jelas, sehingga pembaca merasa penting untuk melanjutkan membaca. Sebagai pendahuluan, peneliti juga perlu menguraikan penelitian terdahulu. Pendahuluan berisi tentang masalah penelitian, cara mengatasi metode lama, cara mengatasi dengan metode baru (jika sudah diuraikan), tujuan, dan manfaat. Oleh karena itu, cara membuat pendahuluan adalah salah satunya dengan menjawab pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah masalah penelitian Anda? 2. bagaimana penelitian-pennelitian terdahulu dalam mengatasi masalah tersebut? 3. Apa kekurangan penelitian-penelitian terdahulu? 4. Apa pentingnya penelitian tersebut bagi audiens tertentu? 5. Apa tujuan dari penelitian Anda? 1. Apakah masalah penelitian Anda? Untuk menulis masalah penelitian, seorang peneliti seharusnya menuliskan kalimat (a) menarik minat dalam penelitian dan (b) menyampaikan masalah atau masalah penelitian yang berbeda. Apa dampak kalimat ini? Apakah akan menarik pembaca untuk membaca? Apakah itu ditempatkan pada tingkat sehingga khalayak luas bisa memahaminya? Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk membuka kalimat, dan mereka disebut narasi hook, yang berarti kata-kata yang berfungsi untuk menarik, melibatkan, atau menghubungkan pembaca ke dalam penelitian. Untuk mempelajari cara menulis kait naratif yang baik, pelajari kalimat pertama dalam jurnal terkemuka di berbagai bidang studi. Seringkali, jurnalis memberikan contoh yang baik dalam kalimat utama artikel koran dan majalah. Sebagai conton; meredeka belajar pada PAUD diartikan “aktivitas anak adalah proyek yang diinginkan oleh anak untuk dipelajari dan...

Read More

E learning, Apa itu?

E-learning atau elektronik learning adalah pembelajaran dengan menggunakan prangkat elektronik atau komputer. Meski dinyatakan menggunakan komputer, tetapi e-learning sering dikaitkan dengan pembelajaran dengan internet yang juga memanfaatkan komputer. Biasanya pembelajaran ini dilakukan dengan jarak jauh, artinya siswa atau pebelajar tidak bertatap muka dengan sumber belajar. Mereka dipisahkan olah ruang dan waktu yang bisa saja berbeda. Sebagai contoh, siswa yang sedang belajar fisika melalui andoit tidak harus bertemu langsung dengan penyedia konten fisika tersebut. Meski demkian, mereka juga dimungkinkan bertemu melalui suatu media seperti video call atau video confenrece. Mereka secara live saling berinteraksi. Selain itu, belajar menggunakan e-learning juga mampu menyesuaikan dengan gaya belajar siswa. Tidak seperti pembelajaran tatap muka yang terbatas, pembelajaran e-learning memperbolehkan siswa mengakses kontent kapanpun dia mau. Siswa dengan kemampuan rendah mereka dapat memperdalam ilmunya dengan mengakses lebih banyak, sehingga mereka merasa bisa meningkatkan diri. Mereka juga dapat menyesuaikan dengan gaya belajarnya. Misalnya siswa yang suka dengan belajar pakai gambar, maka mereka dapat membuka gambar-gambar, animasi, atau video. Sesorang yang suka belajar dengan musik, mereka dapat belajar dengan mendengarkan musik. termasuk posisi belakar, mereka yangsuka belajar dengan tiduran, belajar di kafe, dan seterusnya. Fungsi lain belajar e-learning adalah kesempatan yang lebih menjanjikan terutama dalam hal konten. Siswa dapat belajar dengan menggunakan gejetnya dengan memilih mana konten yang mereka merasa cocok dengan kebutuhan mereka. Mereka tidak perlu urut sesuai dengan kurikulum. Bagai siswa yang pandai ini...

Read More

Cara Membedakan Jenis Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran

Secara umum, penelitian terbagi menjadi tiga jenis yaitu, Penelitian kualititatif (dengan kata-kata) Penelitian kuantitatif (dengan angka) Penelitian Mix (campuran) Perlu diingat bahwa jenis penelitan ini dalam praktiknya tidak dapat dibedakan secara murni. Ada kesalahan dalam mengambarkan bahwa penelitian ini adalah penelitian kuantitatif atau kualitatif. Kesalahan tersebut terjadi karena kuantitatif atau kualitatif dipandang sebagai hal yang rigit (kaku). Hal ini keliru karena penelitian tidak dapat murni kualitatif atau kuantitatif. Melainkan, penelitian ini dinilai lebih condong ke kuantitatif atau kuantitatif. Sedangkan, untuk menengahi keduanya, terdapat penelitian campuran yang menggunakan dua metode tersebut dalam suatu penelitian. Cara membedakan penelitian itu lebih condong ke kualitatif atau penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut Penelitian itu lebih banyak menggunakan kata-kata (kualitatif) dari pada menggunakan (kuantitatif), menggunakan pertanyaan dan tanggapan tertutup (hipotesis –> kuantitatif) atau pertanyaan dan tanggapan terbuka (pertanyaan wawancara–>kualitatif). Cara yang lebih lengkap untuk melihat gradasi perbedaan di antara keduanya ada pada asumsi filosofis dasar yang dibawa peneliti ke dalam penelitian, jenis strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian (misalnya, metode eksperimen –>kuantitatif atau studi kasus –> kualitatif), dan metode spesifik yang digunakan dalam melakukan strategi ini (mis., mengumpulkan data secara kuantitatif pada instrumen versus mengumpulkan data kualitatif melalui mengamati pengaturan). Selain itu, ada evolusi historis untuk kedua pendekatan tersebut — dengan pendekatan kuantitatif mendominasi bentuk-bentuk penelitian dalam ilmu sosial dari akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20. Selama paruh kedua abad ke-20, minat dalam penelitian...

Read More

Pendidikan di era industri 4.0

Pendidikan sekarang ini diindentikkan dengan industri. Hal ini terbukti dengan ramainya jargon pendidikan industri 4.0. Mungkin ramainya itu karena ikut-ikut an atau memang mereka telah memahami apa itu pendidikan dengan pola industri 4.0. Pada hal, industri sendiri mengadopsi cara-cara yang dilakukan mesin yang dinyakini selalu berkembang. Cara mesin dalam memproduksi ini kemudian diberi label dengan angka angka. Sampai sekarang industri sudah sampai pada urutan yang ke 4 atau 4.0. Pada industri 1.0 atau revolusi industri, mesin pertama kali ditemukan dengan bahan bakar uap. Kemudian pada industri 2.0, mesin mulai digerakkan dengan listrik. Adapun pada 3.0, mesin mulai digerakkan dengan komputer. Terakhir, pada saat ini, industri 4.0 lebih pada mesin digerakkan secara otomatis dan internet. Oleh karena itu, teori internet dan otomatisasi menjadi melambung. Sebagai contoh, internet of things (IoT), big data, artifisial intelejensi (AI), dan Hal ini sama seperti teori sistem sekolah natural atau formal bahwa paham ini menyamakan proses pendidikan dengan proses yang ada di pabrik atau mesin, yaitu input, proses, dan output atau dari barang jadi menjadi barang setengah jadi menjadi bahan jadi. Tentu saja teori semacam ini menuai kritik tajam terutama oleh orang-orang teori sistem natural. Mereka tidak setuju dengan menyamakan manusia dengan mesin karena mesin tidak seperti manusia dan manusia bukanlah mesin. Mereka mengkritik dimensi kemanusiaan yang tidak ada di sistem pendidikan formal. Oleh itu, lahirlah sistem pendidikan terbuka. Sistem terbuka mengkolaborasikan antara sistem formal...

Read More

Sekolah Sebagai Sistem

Sekolah merupakan sebuah sistem yang saling terhubung. Dalam manajemen pendidikan, sistem sekolah dibagi menjadi tiga, yaitu Sistem sekolah formal Sistem sekolah natural, dan sistem sekolah terbuka Sistem sekolah formal lebih mengarah pada sekolah dibuat kaku seperti mesin pabrik yang memproduksi barang dari bahan mentah menjadi bahan setengah jadi dan barang yang siap dikonsumsi. Sistem ini terkenal dengan input proses dan output. Sistem sekolah natural lebih mengarah pada pada pendidikan informal yang lebih menekankan aspek humanis seperti hubungan antara ibu dan anak. Sistem ini lahir karena adanya penolakan dari sistem sekolah yang terlalu rigit. Para pembela sistem sekolah natural tidak setuju kalau manusia disamakan dengan materi/bahan yang mempunyai sisi yang lain seperti perasaan, emosi, sosial, dan pikiran. Sistem sekolah terbuka lahir karena adanya persetujuan dengan sistem sekolah formal dan natural. Oleh karena itu, pada sistem sekolah terbuka, proses produksi masih diterapkan, akan terapi masih mengindahkan sisi kemanusiaan....

Read More