Category: Uncategorized

Perpindahan Kalor

Oleh : Alvin Agung Z Berikut adalah peta konsep dari materi yang akan disampaikan. Benda-benda di sekitar kita ada yang bisa menghantarkan panas dan tidak bisa menghantarkan panas. Benda yang bisa menghantarkan panas disebut dengan konduktor. Contoh benda konduktor ialah tembaga, besi, air, timah, dan alumunium. Sementara itu, benda yang tidak bisa menghantarkan panas disebut isolator. Contoh benda isolator ialah plastik, kain, kayu, karet, kertas, ban, dan lainnya. Nah, sekarang kamu tidak perlu heran lagi saat melihat Ibu mengangkat panci dengan kain di tangannya karena kain termasuk benda isolator. Perpindahan Kalor Secara Konduksi Konveksi dan Radiasi 1) Konduksi Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat padat yang tidak ikut mengalami perpindahan. Artinya, perpindahan kalor pada suatu zat tersebut tidak disertai dengan perpindahan partikel-partikelnya. Contoh: ⦁ Benda yang terbuat dari logam akan terasa hangat atau panas jika ujung benda dipanaskan, misalnya ketika memegang kembang api yang sedang dibakar. ⦁ Knalpot motor menjadi panas saat mesin dihidupkan. ⦁ Tutup panci menjadi panas saat dipakai untuk menutup rebusan air. ⦁ Mentega yang dipanaskan di wajan menjadi meleleh karena panas. Contoh Konduksi (Sumber: belajarbagus.net) 2) Konveksi Konveksi adalah perpindahan panas melalui aliran yang zat perantaranya ikut berpindah. Jika partikel berpindah dan mengakibatkan kalor merambat, terjadilah konveksi. Konveksi terjadi pada zat cair dan gas (udara/angin). Contoh: ⦁ Gerakan naik dan turun air ketika dipanaskan. ⦁ Gerakan naik dan turun kacang hijau, kedelai dan lainnya ketika dipanaskan. ⦁...

Read More

Pemuain

Bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor, pemuaian dibagi menjadi 3 yaitu : Pemuaian Zat Padat Pada pemuaian ini dibagi menjadi 3 jenis yaitu : Muai Panjang Besarnya perubahan panjang zat padat jika dipanaskan dirumuskan sebagai berikut : Dengan adalah koefisien muai panjang (/°C) Panjang benda setelah dipanaskan dirumuskan sebagai berikut: Muai Luas Setiap sisi benda akan memuai sebesar∆L jika dipanaskan. Luas benda setelah dipanaskan memenuhi persamaan : Besarnya perubahan luas setelah pemuaian adalah sebagai berikut: Muai Volume Volume benda setelah dipanaskan memenuhi persamaan sebagai berikut : Besarnya perubahan volume setelah pemuaian adalah sebagai berikut: Contoh pemuaian pada zat padat yaitu : Rel Kereta Api yang bengkok karena panas Kabel listrik/telepon yang lebih kendur ketika siang hari Pemuaian pada kaca rumah. Pemuain Zat Cair Pada zat cair pemuaian yang terjadi hanya pemuaian volume, tidak ada pemuaian panjang dan luas. Ini terkait dengan sifat dar zat cair sendiri yang bentuknya berubah-ubah sesuai dengan bentuk wadah yang ditempatinya. Air mengalami pola memuai secara tidak teratur seperti sebagian besar zat lain. Ketidakteraturan sifat air dalam memuai disebut anomali air, seperti grafik berikut Pemuaian Zat Gas Seperti zat padat dan zat cair, pemuaian gas pada tekanan tetap dirumuskan sebagai berikut : dan (dengan pada tekanan tetap yaitu ). Secara umum pemuaian pada gas dirumuskan pada persamaan gas ideal yang dirmuskan oleh Boyle-Gay Luassac...

Read More

Pendahuluan

  Sesi Pendahuluan sangat penting dalam penelitian. Sesi ini mengungkap mengapa penelitian ini diangkat. Oleh karena itu, urgenitas dari penelitian ini perlu diubgkap secara jelas, sehingga pembaca merasa penting untuk melanjutkan membaca. Sebagai pendahuluan, peneliti juga perlu menguraikan penelitian terdahulu. Pendahuluan berisi tentang masalah penelitian, cara mengatasi metode lama, cara mengatasi dengan metode baru (jika sudah diuraikan), tujuan, dan manfaat. Oleh karena itu, cara membuat pendahuluan adalah salah satunya dengan menjawab pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah masalah penelitian Anda? 2. bagaimana penelitian-pennelitian terdahulu dalam mengatasi masalah tersebut? 3. Apa kekurangan penelitian-penelitian terdahulu? 4. Apa pentingnya penelitian tersebut bagi audiens tertentu? 5. Apa tujuan dari penelitian Anda? 1. Apakah masalah penelitian Anda? Untuk menulis masalah penelitian, seorang peneliti seharusnya menuliskan kalimat (a) menarik minat dalam penelitian dan (b) menyampaikan masalah atau masalah penelitian yang berbeda. Apa dampak kalimat ini? Apakah akan menarik pembaca untuk membaca? Apakah itu ditempatkan pada tingkat sehingga khalayak luas bisa memahaminya? Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk membuka kalimat, dan mereka disebut narasi hook, yang berarti kata-kata yang berfungsi untuk menarik, melibatkan, atau menghubungkan pembaca ke dalam penelitian. Untuk mempelajari cara menulis kait naratif yang baik, pelajari kalimat pertama dalam jurnal terkemuka di berbagai bidang studi. Seringkali, jurnalis memberikan contoh yang baik dalam kalimat utama artikel koran dan majalah. Sebagai conton; meredeka belajar pada PAUD diartikan “aktivitas anak adalah proyek yang diinginkan oleh anak untuk dipelajari dan...

Read More

E learning, Apa itu?

E-learning atau elektronik learning adalah pembelajaran dengan menggunakan prangkat elektronik atau komputer. Meski dinyatakan menggunakan komputer, tetapi e-learning sering dikaitkan dengan pembelajaran dengan internet yang juga memanfaatkan komputer. Biasanya pembelajaran ini dilakukan dengan jarak jauh, artinya siswa atau pebelajar tidak bertatap muka dengan sumber belajar. Mereka dipisahkan olah ruang dan waktu yang bisa saja berbeda. Sebagai contoh, siswa yang sedang belajar fisika melalui andoit tidak harus bertemu langsung dengan penyedia konten fisika tersebut. Meski demkian, mereka juga dimungkinkan bertemu melalui suatu media seperti video call atau video confenrece. Mereka secara live saling berinteraksi. Selain itu, belajar menggunakan e-learning juga mampu menyesuaikan dengan gaya belajar siswa. Tidak seperti pembelajaran tatap muka yang terbatas, pembelajaran e-learning memperbolehkan siswa mengakses kontent kapanpun dia mau. Siswa dengan kemampuan rendah mereka dapat memperdalam ilmunya dengan mengakses lebih banyak, sehingga mereka merasa bisa meningkatkan diri. Mereka juga dapat menyesuaikan dengan gaya belajarnya. Misalnya siswa yang suka dengan belajar pakai gambar, maka mereka dapat membuka gambar-gambar, animasi, atau video. Sesorang yang suka belajar dengan musik, mereka dapat belajar dengan mendengarkan musik. termasuk posisi belakar, mereka yangsuka belajar dengan tiduran, belajar di kafe, dan seterusnya. Fungsi lain belajar e-learning adalah kesempatan yang lebih menjanjikan terutama dalam hal konten. Siswa dapat belajar dengan menggunakan gejetnya dengan memilih mana konten yang mereka merasa cocok dengan kebutuhan mereka. Mereka tidak perlu urut sesuai dengan kurikulum. Bagai siswa yang pandai ini...

Read More

Cara Membedakan Jenis Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran

Secara umum, penelitian terbagi menjadi tiga jenis yaitu, Penelitian kualititatif (dengan kata-kata) Penelitian kuantitatif (dengan angka) Penelitian Mix (campuran) Perlu diingat bahwa jenis penelitan ini dalam praktiknya tidak dapat dibedakan secara murni. Ada kesalahan dalam mengambarkan bahwa penelitian ini adalah penelitian kuantitatif atau kualitatif. Kesalahan tersebut terjadi karena kuantitatif atau kualitatif dipandang sebagai hal yang rigit (kaku). Hal ini keliru karena penelitian tidak dapat murni kualitatif atau kuantitatif. Melainkan, penelitian ini dinilai lebih condong ke kuantitatif atau kuantitatif. Sedangkan, untuk menengahi keduanya, terdapat penelitian campuran yang menggunakan dua metode tersebut dalam suatu penelitian. Cara membedakan penelitian itu lebih condong ke kualitatif atau penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut Penelitian itu lebih banyak menggunakan kata-kata (kualitatif) dari pada menggunakan (kuantitatif), menggunakan pertanyaan dan tanggapan tertutup (hipotesis –> kuantitatif) atau pertanyaan dan tanggapan terbuka (pertanyaan wawancara–>kualitatif). Cara yang lebih lengkap untuk melihat gradasi perbedaan di antara keduanya ada pada asumsi filosofis dasar yang dibawa peneliti ke dalam penelitian, jenis strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian (misalnya, metode eksperimen –>kuantitatif atau studi kasus –> kualitatif), dan metode spesifik yang digunakan dalam melakukan strategi ini (mis., mengumpulkan data secara kuantitatif pada instrumen versus mengumpulkan data kualitatif melalui mengamati pengaturan). Selain itu, ada evolusi historis untuk kedua pendekatan tersebut — dengan pendekatan kuantitatif mendominasi bentuk-bentuk penelitian dalam ilmu sosial dari akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20. Selama paruh kedua abad ke-20, minat dalam penelitian...

Read More