Mengapa Artikel di tolak di Jurnal Internasional?

Anda dan saya telah mengerjakan artikel selama berbulan-bulan untuk publikai ke jurnal internasional. Hal mendebarkan adalah ketika telah menekan ‘submit’ kemudian berharap-harap dengan kecemasan menunggu keputusan jurnal. Anda dan saya akan tercengang ketika kita lihat tulisan dalam emai berbunyi, Your submission has been rejected. Editor menolak sekitar 30% sampai 50% artikel pada  jurnal Elsevier sebelum mereka mencapai tahap peer review, dan salah satu alasan utama penolakan adalah bahasa yang buruk. Lima cara penting untuk melihat manuskrip menurut sudut pandang editor, Tips ini membantu kita untuk dapat diterima oleh editor. 1. Kesalahan Gramatikan dan tanda baca Apa yang editor lihat: Typos, kesalahan pada tata bahasa dan tanda baca yang terlalu banyak sehingga membuat editor merasa tidak pantas dilanjutkan ke peer review. Kesalahan yang sering terjadi adalah artikel yang dibuat sulit dibaca oleh editor, kesalahan dapat terjadi pada konten kalimat dan konten penelitian. Sering juga kita salah dalam menafsirkan tulisan yang berkualitas tinggi pada jurnal-jurnal sebelumnya. Saat menulis perlu diperhatikan baik-baik dan perlu teman untuk mengkoreksi kesalahan-kesalahan dalam tulisan kita. Sebelum mengirim artikel pelu melihat tipografi dan kesalahan bahsa, bahkan perlu untuk mengirim ke layanan proofreading yang telah berpengalaman dalam mengedit artikel.   2. Pesan yang tidak jelas Editor melihat: Apa yang ingin kita katakan tentang penelitian kita? Apakah pesan yang kita gunakan bermakna ganda atau ambigu? Editor akan mencari pesan kita, terutama dalam abstrak kita.  Hasil yang kita bagikan itu penting,...

Read More