Kebenaran dari Kebijakan dalam Teori Sosial Pendidikan

Chasles Lemmert membangun teori sosia menjadi lima era: Teori modern klasik (73) Era modern klasik ini mengunakan data untuk dimaknai, diantara tokoh-tokohnya Karl Mx, Friederich Enges, Emile Durkheim, Max Weber, Sigmund Freud dan Ferdinand de Saussure. Teori modern fungsional Era modern fungsional menggunakan data untuk membuat pemaknaan fungsional. Tokoh-tokoh teori ini adalah George Lukacs, Talcot Parsons, Karl Mannheim dan lain-lain. Teori phenomenologik interpretif Era moderitas phenomenologik interpretif membuat pemaknaan interpretative  tokoh-tokoh, bukan sekedar data. Tokoh-tokohnya adalah George Kennan, Daniel Bell, dan lain-lain. Rekonstruksi eksperimental Era rekontruksi eksperimental mempunyai sikap kritis untuk merombak, diantara tokoh-tokohnya adalah John Kenneth Gabraith, Jurgen Habernas, dan lainya. Konstruk postmodern (h. 74) Era konstuk postmodern dimana tokoh-tokohnya mengakui aktifnya manusia melihat masa depan dan mengkonstruk masa depa yang tentatif. Tokoh-tokohnya Jean Francois Loytard, Richard Rorty, dan lain-lain. Penelitian kuantitatif mempunyai paradikma yang fokus utamanya diletakkan pada unit analisis individu. Ketika penelitian tersebut mencari mean, standar deviasi, atau yang lainnya, sebenarnya adalah mencari frekuensiatau vareasi individu. Sedangkan penelitian kebijakan berangkat dari penelitian sosial dimana dapat dilihat dari perpekstif sosiologik. Begitu juga ketika memulai dari problematika, maka penelitian kebijkan dimulai dari masalah-masalah problem ekonomi, pendidikan, kemiskinan, minoritas, manula, gender, kriminalisasi, konflik, akses urbanisasi, penduduk, dan ekologik. Lebih lanjut problematika penelitian kebijakan dibagi menjadi tiga; problem sosial individu, problem sosial institusional, dan problem sosial sistematik. Kebijakan merupakan upaya penyelesaian problem sosial menjadi problem sosial bagi kepentingan masyarakat degnan...

Read More