Urgensi Pendidikan Multikultural

a) mengatasi kegagalan belajar di sekolah dari siswa dengan aneka ragam budaya Ada dua alasan mengapa pendidikan multikultural memperngaruhi sukses atau gagalnya belajar siswa yang mempunyai keragaman budaya. Salah satu alasannya adalah bahwa pendidikan multikultural umumnya mengabaikan tanggung jawab siswa minoritas atas prestasi akademis mereka. Model pendidikan multikultural dan program aktual menyampaikan kesan bahwa mendidik siswa minoritas adalah sebuah proses dimana guru dan sekolah harus berubah demi keuntungan siswa. Mereka harus memperoleh pengetahuan tentang budaya minoritas dan bahasa untuk mengajar anak-anak minoritas, mempromosikan pemahaman lintas budaya, memperkuat identitas etnis, dan sebagainya. Pendidikan multikultural pada umumnya menekankan perubahan sikap dan praktik guru. Namun, studi perbandingan situasi akan menunjukkan bahwa kesuksesan sekolah tidak hanya bergantung pada apa yang dilakukan oleh guru dan guru, tetapi juga pada apa yang dilakukan siswa[1]. Kedua, teori dan program pendidikan multikultural jarang didasarkan pada studi aktual budaya dan bahasa minoritas. Sepengetahuan kami, banyak pendukung model pendidikan multikultural belum mempelajari budaya minoritas di komunitas minoritas, walaupun beberapa telah mempelajari anak-anak minoritas di sekolah dan beberapa di antaranya adalah anggota kelompok minoritas. Namun, keanggotaan dalam kelompok minoritas bukanlah dasar yang memadai untuk berteori tentang pengaruh budaya terhadap pembelajaran[2]. Perlu dibentuk kelompok-kelompok peneliti dengan harapan adanya barometer yang akan digunakan dalam kepentingan guru atau sekolah dalam hal keberagaman. Dalam skala besar, pemerintah dapat mengundang peneliti untuk dapat melakukan reset dengan tujuan dapat mengklasterkan budaya dan keragaman untuk kepentingan umum,...

Read More