Penjajahan Belanda, Inggris, dan Perancis serta Pengaruhnya terhadap Pendidikan di Indonesia

Negara Indonesia dijajah pemerintah Belanda cukup lama sekitar 3,5 abad. Tentu saja penjajahan Belanda yang lama tersebut memberikan dampak yang lebih besar terhadap pendidikan dari pada penjajah Inggris dan Prancis yang cuma sebentar. Meskipun demikian, yang namanya penjajahan tetap memberikan sejarah buruk bagi perkembangan peradaban selanjutnya. Belanda menerapkan upah yang kecil bagi pribumi bahkan tidak dibayar. Akibatnya rakyat pribumi mengalami kemiskinan dan kelaparan. Dengan kemiskinan ini rakyat pribumi menjadi sulit dalam memperoleh pangan dan pendidikan. Kebodohan dibiarkan oleh Belanda karena Belanda takut atas pemberontakan pribumi. Selain itu politik adu domba (devideĀ  itĀ  impera) membuat fragmentasi dalam ras, kasta, serta strata. Belanda yang merupakan penjajah yang eksploratif menjadikan pribumi hanya dijadika sebagai sumber bahan mentah bagi pemerintah Belanda. Belanda menjadikan pribumi sebagai pekerja kasar melalui sistem tanam paksa. Bahan-bahan mentah di bawah ke belanda. Setelah kekalahan dengan Perancis dan Inggris, Belanda lewat C.Th. van Deventer merasa sangat tidak adil, bila Belanda hanya mengeksploitasi alam. Belanda merasa bersalah atas eksploitasi alam ini, sehingga oleh van Deventer mengagas politis balas budi. Politik etis ini kemudian dikenal dengan trilogi van Deventer. Trilogi van Deventer mencakup tiga politik yaitu migrasi, irigasi, dan pendidikan. Dalam politik pendidikan ini, Belanda tidak menerapkan demokrasi di dalam pendidikan. Setiap orang tidak mendapatkan kesempatan yang sama. Belanda mendekotomi antara golongan bawah, golongan menengah, dan golongan atas. Golongan bawah diperuntukkan rakyat jelata, pendidikan menengah diperuntukkan golongan bangsa Eropa dan bangsa...

Read More